Angkat Inovasi Energi Penerbangan Rendah Karbon, Dua Siswa MTsN 1 Lombok Timur Tembus Final Nasional OPSI 2026

  • Bagikan
Angkat Inovasi Energi Penerbangan Rendah Karbon, Dua Siswa MTsN 1 Lombok Timur Tembus Final Nasional OPSI 2026
Guru pendamping MTsN 1 Lombok Timur, Vita Fitrianti, S.Pd (tengah) foto bersama kedua siswanya Ahmad Aisyul Aufa (kiri), dan Lalu Ahmad Rafy (kanan) yang berhasil melaju ke tingkat nasional dan menjadi finalis Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2026

LOMBOK TIMUR, radarntb.com – Prestasi membanggakan ditorehkan dua siswa MTsN 1 Lombok Timur, Ahmad Aisyul Aufa dan Lalu Ahmad Rafy. Keduanya berhasil melaju ke tingkat nasional dan menjadi finalis Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2026 melalui karya penelitian berjudul “ECO-JET FUEL: Inovasi Co-Pirolisis Biomassa dan Plastik untuk Energi Penerbangan Rendah Karbon.”

Penelitian tersebut mengangkat gagasan pemanfaatan biomassa dan plastik melalui proses co-pirolisis sebagai bagian dari upaya mengeksplorasi alternatif energi penerbangan yang lebih rendah karbon. Gagasan ini sekaligus memperkenalkan kepada siswa bagaimana persoalan lingkungan dapat dikaji melalui pendekatan sains dan penelitian.

Keberhasilan menembus final nasional menjadi capaian yang membanggakan bagi keluarga besar MTsN 1 Lombok Timur. Untuk sampai pada tahap tersebut, kedua siswa harus melalui rangkaian proses penelitian, penyusunan karya ilmiah, seleksi, hingga persiapan untuk mempertanggungjawabkan hasil penelitian mereka di hadapan tim penilai.

Guru pendamping MTsN 1 Lombok Timur, Vita Fitrianti, S.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan kedua siswanya berhasil melaju ke tingkat nasional dan menjadi finalis OPSI 2026.

“Alhamdulillah, kami tentu sangat bersyukur. Bagi kami, keberhasilan Ahmad Aisyul Aufa dan Lalu Ahmad Rafy sampai pada tahap final nasional merupakan pencapaian yang sangat berarti. Di balik hasil ini ada proses panjang yang mereka jalani, mulai dari membangun ide, melakukan penelitian, mengolah data, menyusun laporan, hingga mempersiapkan diri untuk presentasi,” ungkap Vita kepada radantb.com, Senin (5/9/2026).

Menurutnya, perjalanan penelitian ECO-JET FUEL tidak hanya memberikan pengalaman akademik kepada siswa, tetapi juga melatih ketekunan, kedisiplinan, kemampuan bekerja sama, berpikir kritis, serta keberanian dalam mempertanggungjawabkan gagasan secara ilmiah.

“Sebagai guru pendamping, saya melihat sendiri bagaimana mereka belajar dari setiap proses. Ada tahapan yang harus diperbaiki, ada hal-hal baru yang harus dipelajari, dan tentu ada tantangan yang harus mereka lewati. Justru dari proses itulah mereka berkembang,” ujarnya.

Vita mengatakan, dalam proses pendampingan, kedua siswa didorong untuk benar-benar memahami penelitian yang mereka kerjakan. Penelitian di tingkat pelajar, menurutnya, tidak semata-mata diarahkan untuk memperoleh prestasi dalam kompetisi, tetapi juga menjadi sarana membangun pola pikir ilmiah sejak dini.

“Kami ingin mereka memahami bahwa penelitian bukan hanya tentang mengikuti lomba. Mereka perlu memahami masalah yang diteliti, alasan memilih metode, bagaimana memperoleh dan membaca data, serta bagaimana menjelaskan hasilnya

  • Bagikan
Exit mobile version