MATARAM, radarntb.com — Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mematangkan kesiapan manajemen transportasi untuk mendukung kelancaran gelaran ajang balap dunia MotoGP 2026 di Sirkuit Mandalika. Menghadapi potensi lonjakan penonton yang diproyeksikan mencapai 145 ribu orang, Dishub NTB menambah jumlah armada hingga memperluas titik simpul (hub) shuttle bus gratis bagi masyarakat dan penonton.
Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) NTB, Khaerus Sobri , menjelaskan bahwa penataan transportasi tahun ini mengalami sejumlah penyesuaian signifikan dibanding penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi ketidakseimbangan antara kenaikan target penonton dari ITDC/MGPA dan tren pengguna armada shuttle.
“Pada 2025 lalu, jumlah penumpang yang kita layani sebanyak 1.149 orang dengan menyiagakan 35 unit armada. Untuk tahun 2026, seiring target penonton ITDC/MGPA yang mencapai 145 ribu orang, kita rencanakan menambah armada shuttle luar menjadi kurang lebih 42 unit,” ujar Sobri kepada Radar NTB, Selasa (29/9/2026).
Tidak hanya menambah unit bus, Dishub NTB juga memperluas titik penempatan armada keberangkatan (hub) dari yang sebelumnya dua lokasi menjadi lima titik utama:
-
Bangsal (2 unit)
-
Senggigi (2 unit)
-
Lembar (2 unit — disiapkan untuk mengomodasi wisatawan/penumpang kapal laut)
-
Bandara Internasional ZAM Lombok
-
Islamic Center (IC) / BIL/ Bale Kita (sebagai titik sentral pengganti Ex-Bandara Selaparang).
Khusus armada dari Bangsal dan Senggigi, shuttle bus akan mengantar penumpang menuju titik transit sentral di Islamic Center (Bale Kita) sebelum dilanjutkan menuju kawasan sirkuit. Sementara penumpang yang berasal dari kawasan Gili Trawangan/Meno/Air (Gili Tramena) akan diarahkan langsung menuju Pelabuhan Lembar.
Dishub NTB juga menetapkan jadwal operasional secara rinci: Jadwal Keberangkatan: Pukul 07.00 WITA hingga 12.00 WITA. Jadwal Kepulangan: Pukul 15.00 WITA hingga 22.00 WITA.
“Untuk kepulangan pukul 15.00–20.00 WITA, shuttle luar berada di area Parkir Merah (Sunggung timur) dan Parkir Hijau (Nurul Bilad/barat). Namun mulai pukul 20.00 WITA ke atas, shuttle dalam akan memfasilitasi penjemputan langsung di Black Gate 1 untuk mengantar penonton kembali ke titik Mataram,” jelas Sobri.
Armada shuttle bus luar sebanyak 42 unit tersebut disiapkan dengan potensi kapasitas angkut mencapai sekitar 2.000 kursi. Rincian tipe bus meliputi: Bus Besar (kapasitas 45+ seat): 10 unit,. Bus Sedang (kapasitas 25–30 seat): 10 unit dan Bus Kecil / HiAce (kapasitas 14 seat): 22 unit
Pengadaan armada lokal ini melibatkan kerja sama dengan beberapa Perusahaan Otobus (PO) dan penyedia jasa transportasi seperti Damri (5 unit), Primajaya, Surya Kencana, dan Charaka. Selain armada utama, Dishub NTB bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait juga menyiagakan unit cadangan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang mendadak.
Di sisi rekayasa lalu lintas, Dishub NTB berkoordinasi erat dengan Ditlantas Polda NTB. Penyekatan kendaraan akan disesuaikan dengan warna stiker stiker/tiket. Jalur Bypass BIZAM-Songgong khusus stiker merah, sedangkan jalur Sengkol diperuntukkan bagi kendaraan sesuai kategori tiketnya. Di area sirkuit, skenario contraflow di Black Gate juga disiapkan untuk memisahkan arus shuttle bus dan kendaraan pribadi umum agar mengurangi potensi penumpukan.
