THE MANDALIKA, radarntb.com — Pertamina Mandalika International Circuit kembali membuktikan fungsinya sebagai ruang publik inklusif. Pada Minggu sore, lintasan balap kelas dunia ini tidak menderu dengan suara mesin, melainkan dipenuhi kehangatan silaturahmi melalui gelaran Fun Bike Ulama dan Umara 2026.
Fun Bike Ulama dan Umara 2026 yang dimulai pukul 16.00 WITA ini mempertemukan tokoh agama, pejabat daerah, aparat keamanan, hingga masyarakat umum dalam satu lintasan. Mengelilingi sirkuit dengan sepeda, para peserta menikmati lanskap eksotis Lombok Tengah sambil mempererat tali persaudaraan.
Sinergi dan Gaya Hidup Sehat Wakil Kepala Kepolisian Daerah NTB, Brigjen Pol. Hari Nugroho, yang turut menggowes bersama peserta, menekankan pentingnya sinergi lintas sektoral.
“Momentum ini bukan sekadar olahraga, tapi simbol persatuan antara ulama dan pemerintah (umara) untuk mengajak masyarakat hidup sehat dalam suasana yang harmonis,” ujarnya.
Senada dengan itu, Zainal Abidin dari Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah (DALWAH) menyampaikan apresiasinya.
“Kami bersepeda bersama sebagai upaya memperkuat persatuan. Semoga melalui kegiatan ini, Mandalika dan Lombok semakin mendunia, sejalan dengan visi NTB sebagai destinasi global,” ungkapnya.
Lebih dari Sekadar Sirkuit Balap Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, menjelaskan bahwa acara ini merupakan manifestasi dari konsep sport tourism yang inklusif.
Rangkaian acara ditutup dengan khidmat pada malam hari melalui Mandalika Bersholawat dan Doa Bersama di tepi Pantai Kuta Mandalika, menciptakan perpaduan sempurna antara aktivitas fisik dan spiritualitas.
“Pertamina Mandalika International Circuit bukan hanya tentang motorsport. Kami mengelolanya sebagai ruang kebersamaan. Fun Bike ini menunjukkan bahwa sirkuit adalah titik temu antara olahraga, silaturahmi, dan nilai-nilai lokal,” pungkas Priandhi.
