MANDALIKA, radarntb.com — Jelang gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Mandalika, pihak penyelenggara bersama pemerintah daerah dan pengelola kawasan terus mematangkan berbagai persiapan. Fokus utama tahun ini tidak hanya terbatas pada kelayakan teknis fasilitas, melainkan juga penguatan keterlibatan warga lokal serta penyediaan akses khusus bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB).
Direktur MGPA, Ananda Mikola, menegaskan pentingnya dukungan penuh masyarakat NTB dalam gelaran MotoGP tahun ini. Menurutnya, keberadaan wakil Indonesia (local heroes) di lintasan harus menjadi kebanggaan bersama.
“Di ajang MotoGP 2026 ini, kita sebagai tuan rumah memiliki dua ‘local heroes’ yang kami yakini mampu bersaing dan meraih kemenangan di Mandalika. Kami di sini berlaga untuk Merah Putih, bukan sekadar memfasilitasi pebalap luar. Dukungan penuh masyarakat NTB sangat kami harapkan,” ujar Ananda, Selasa (21/7/2026).
Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan tenaga kerja lokal pada ajang ini telah mencapai standar internasional.
Dikatakan, hampir seluruh pekerja dan petugas operasional ajang ini merupakan warga daerah setempat.
Kualitas marshal lokal telah mendapatkan apresiasi hingga taraf global, ditandai dengan adanya undangan studi banding dari pihak pengelola sirkuit di Australia.
Sebagai bentuk rasa memiliki (sense of ownership), pihak penyelenggara meluncurkan program harga tiket khusus yang ditujukan bagi warga NTB. Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal atau Miq Iqbal(panggian akrabnya,red) mengapresiasi langkah tersebut.
Dijelaskan, pihak manajemen menyetujui alokasi harga tiket khusus agar warga lokal dapat merasakan pengalaman langsung sebagai tuan rumah,” katanya.
Ia juga mengatakan, tradisi lokal seperti Betabe akan terus diintegrasikan ke dalam rangkaian ajang internasional di Mandalika guna memperkuat identitas budaya.
“Kami ingin masyarakat NTB merasa benar-benar memiliki Mandalika dan sirkuit ini. Kehadiran warga lokal di sini memberikan dorongan moral yang sangat penting bagi keberlanjutan kawasan,” ungkapnya.
Komisaris ITDC, Sabolah, menyoroti dampak jangka panjang ajang balap internasional terhadap perekonomian dan pembangunan sosial masyarakat Lombok Tengah serta NTB secara luas.
Ia menyebut, Event internasional terbukti memberikan efek pengganda (multiplier effect) bagi perekonomian warga sekitar.
“Fokus utama manajemen tidak hanya pada revenue perusahaan, melainkan keberlanjutan manfaat (development) bagi warga lokal,” katanya.
“Ajang yang berlangsung pada 9–11 Oktober ini akan membuat dunia menyoroti Lombok. Kami sepakat bahwa sirkuit ini harus memberikan manfaat nyata dan kesempatan belajar serta menikmati fasilitas bagi masyarakat sekitar,” imbuhnya.
Guna memastikan kenyamanan penonton dan kelancaran acara, pihak ITDC terus melakukan pembenahan infrastruktur pendukung di dalam maupun luar area sirkuit.
General Manager The Mandalika Fari Wijaya, selaku perwakilan dari ITDC menjelaskan sejumlah poin perbaikan yang tengah berlangsung, antaranya:
-
Peningkatan Fasilitas Lintasan & Gedung: Upgrading sistem digital sirkuit, perbaikan kualitas lintasan, serta optimalisasi gedung paddock dan deluxe class.
-
Manajemen Lalu Lintas & Area Parkir: Penataan ulang alur lalu lintas, perluasan tempat parkir, dan perbaikan papan petunjuk (signage) di kawasan sirkuit.
-
Pengalaman Pengunjung (Customer Journey): Memastikan penonton mendapatkan kenyamanan sejak kedatangan, saat menyaksikan balapan, hingga kembali ke daerah masing-masing.
Dengan sinergi antara kesiapan fasilitas, keterlibatan tenaga kerja lokal, dan kemudahan akses bagi warga NTB, Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 diharapkan dapat berjalan sukses sekaligus memberikan dampak positif berkelanjutan bagi daerah.
