Polisi Evakuasi Proyektil Meriam High Explosive di Lombok Tengah

  • Bagikan
Polisi Evakuasi Proyektil Meriam High Explosive di Lombok Tengah
Polisi Evakuasi Proyektil Meriam High Explosive di Lombok Tengah

LOMBOK TENGAH, radarntb.com – Kepolisian Resor Lombok Tengah, bekerja sama dengan tim Gegana Satbrimob Polda NTB, melaksanakan evakuasi terhadap benda yang diduga sebagai peluru meriam atau Proyektil Meriam berjenis High Explosive, Rabu (2/4/2025) sekitar pukul 17.00.

Benda tersebut ditemukan oleh seorang warga saat sedang mandi di sungai di Desa Aik Bukak, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara barat (NTB).

Penemuan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat setempat dan mengharuskan tindakan cepat dari pihak berwenang.

Seorang saksi, yang pertama kali menemukan benda mencurigakan itu, segera memberitahukan temannya dan menggunakan alat deteksi untuk memastikan bahwa benda tersebut terbuat dari logam.

Mengingat potensi bahaya, saksi tersebut membawa benda itu ke rumahnya dan melaporkannya ke Bhabinkamtibmas.

Kapolres Lombok Tengah AKBP Eko Yusmiarto, S.I.K melalui Kasi Humas IPTU L. Brata Kusnadi mengatakan peluru meriam pertama kali ditemukan oleh salah seorang warga yang hendak mandi di sungai di Desa Aik bukak Kecamatan Batukliang Utara.

‎”Saksi kemudian memberitahukan salah satu temannya dan mengecek benda tersebut menggunakan alat detector miliknya dan meyakini benda tersebut berbahan besi,” kata L. Brata.

“Saat berada dirumahnya saksi kemudian menghubungi Bhabinkamtibmas untuk mengamankan barang tersebut. Polres Lombok Tengah bersama Tim Gegana Satbrimob Polda NTB langsung menuju ke TKP,” tambahnya.

Setelah tiba di lokasi kejadian, tim Gegana melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Menurut keterangan dari Iptu L. Brata Kusnadi, benda yang ditemukan memiliki panjang sekitar 50 cm dan berat sekitar 20 kg.

Setelah dianalisis, diketahui bahwa benda tersebut merupakan proyektil high explosive, yang memerlukan penanganan khusus dan segera dilakukan pendisposalan untuk mencegah kemungkinan kecelakaan.

“Hasil pemeriksaan dari tim Gegana panjang meriam tersebut sekitar 50 cm dan berat kurang lebih 20 kg. Kesimpulannya Benda tersebut berupa Proyektil High Exsplosive dan harus segera dilakukan pendisposalan,” jelasnya.

Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan benda-benda yang mencurigakan, agar dapat dilakukan penanganan oleh pihak yang berwenang.

  • Bagikan
Exit mobile version