google-site-verification=ifJPc0uzRA4Y4Fdt8VWeGvttPAD7V18nkgstdtOyxms Bapelkes Mataram Resmi Bernaung Dibawah Pemerintah Pusat

Bapelkes Mataram Resmi Bernaung Dibawah Pemerintah Pusat

  • Bagikan
Bapelkes Mataram Resmi Bernaung Dibawah Pemerintah Pusat
Acara Penyerahan sertifikat akreditasi oleh Dirjen Nakes Kemenkes RI untuk Bapelkes Mataram sebagai UPT Kementerian Kesehatan RI, berlangsung di Hotel Horison Ciledug Kota Tanggerang Banten, Jakarta, Kamis (30/6/2022). doc. radarntb.com

MATARAM radarntb.com – Bapelkes Mataram yang dulunya bernaung dibawah pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sekarang sudah vertikal, itu artinya Bapelkes Mataram resmi bernaung langsung dibawah pemerintah pusat.


Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2021, tentang perubahan atas peraturan Menteri Kesehatan nomor 50 tahun 2020, terkait organisasi dan tata kerja unit pelaksana teknis bidang pelatihan kesehatan di lingkungan Kementerian Kesehatan RI, maka Bapelkes Mataram yang sebelumnya merupakan UPT Dinas Kesehatan Provinsi NTB telah berubah menjadi Bapelkes Mataram UPT Kementerian Kesehatan RI dan menjadi Balai Pelatihan Kesehatan ke 7 yang ada di Indonesia.

Direktur Jenderal (Dirjen) Tenaga Kesehatan (Nakes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) drg. Arianti Anaya, MKM telah menyerahkan sertifikat akreditasi pelatihan itu kepada Bapelkes Mataram, sebagai institusi penyelenggara pelatihan bidang Kesehatan dengan hasil penilaian akhir kategori akreditasi B.

Penyerahan sertifikat akreditasi oleh Dirjen Nakes Kemenkes RI untuk Bapelkes Mataram sebagai UPT Kementerian Kesehatan RI, berlangsung di Hotel Horison Ciledug Kota Tanggerang Banten, Jakarta, Kamis (30/6/2022).

Dalam sambutannya, Ditjen Nakes Kemenkes RI menyampaikan bahwa, akreditasi menjadi penting karena sejalan dengan transformasi kesehatan yang sedang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan RI.

Dia juga mengungkapkan bahwa institusi yang terakreditasi diharapkan dapat memberikan atau melakukan pelatihan-pelatihan yang terakreditasi.

Selain itu dia juga mengatakan bahwa, saat ini Kementerian Kesehatan sedang mengembangkan digital platform untuk semua pelatihan, sehingga seluruh pelatihan yang dilakukan terdata dengan baik.

“Saat ini Kementerian Kesehatan sedang mengembangkan digital platform untuk semua pelatihan, karena kami tidak ingin kehilangan data terhadap seluruh pelatihan yang dilakukan,” ungkapnya.

“oleh karena itu, nantinya pelatihan- pelatihan yang dilakukan akan dimasukkan dalam satu digital plattform baik swasta maupun milik pemerintah. Sehingga, data ini nantinya bisa di update oleh semua institusi-institusi yang sudah terakreditasi maupun institusi yang akan dilakukan akreditasi,” tambahnya.

Pada dasarnya, Bapelkes Provinsi NTB telah resmi berubah menjadi Bapelkes Nasional berdasarkan Permenkes RI no 29 Tahun 2021 lalu.

Sejak 1 Januari 2022 Resmi beroperasi dan berubah menjadi Bapelkes Mataram dengan PLT. Kepala Bapelkes Mataram Ali Wardana.

Tanggal 15 Maret 2022, Ali Wardana resmi dilantik menjadi Kepala Bapelkes Mataram UPT Kemenkes RI.

Selaku Kepala Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Mataram yang pertama setelah resmi terakreditasi menjadi lembaga yang vertikal langsung dibawah pemerintah pusat Ali Wardana Mengatakan, akan berusaha semaksimal mungkin menjalankan amanah tersebut.

“Insya Allah, amanah ini akan saya jalani dengan segenap kemampuan saya,” ungkapnya, kepada radarntb.com, di Kantor Bapelkes Mataram yang beralamat di Jl. Gora 2 No.2, Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (2/7/2022).

Pertama-tama Ali Wardana akan melakukan pembenahan dan melakukan sosialisasi kepada semua pihak agar Bapelkes Mataram dikenal sebagai UPT atau lembaga yang vertikal yang sama seperti UPT Kemenkes yang ada di NTB yaitu KKP Mataram dan Poltekes Mataram Kemenkes RI.

“ya tentunya, hal yang paling pertama kita lakukan adalah sosialisasi agar mendapatkan dukungan dari semua pihak, baru kemudian kita akan mengatur skedul kegiatan,” ujarnya.

Lebih jauh Ali Wardana menjelaskan Bahwa sebelumnya ada 6 Balai Pelatihan Kesehatan di Indonesia yaitu Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Jakarta, Ciloto dan Makasar dan 3 Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) yaitu Bapelkes Semarang, Cikarang dan Batam.

Dengan keluarnya PMK No. 29 Tahun 2021 maka sejak 1 Januari 2022 Bapelkes Mataram resmi menjadi UPT Bapelkes Nasional yang ke 7 di Indonesia dengan wilayah mitra kerja NTB. Bali dan NTT.

Kepala Bapelkes Provinsi NTB Ali Wardana mengawal proses peralihan ini membutuhkan waktu yang cukup panjang selama lebih 4 tahun dan Alhamdulillah secara definitif telah dilantik menjadi Kepala Bapelkes Mataram oleh Sekjen Kemenkes RI pada bulan Maret 2022 lalu.

Selanjutnya tugas berat menurut Ali Wardana, karena dalam proses penataan Organisasi baru, harus melakukan Re Akreditasi Institusi Pelatihan yang penilaian nya dilaksanakan oleh Tim Akreditasi Direktorat Peningkatan Mutu Nakes Dirjen Nakes Kemenkes RI pada tanggal 8-10 Juni 2022.

Diapun ucap syukur dan terimakasih disampaikan kepada tim dan semua pihak yang telah mendukung Akreditasi Institusi Bapelkes Mataram sehingga hasil keputusan yang tertuang dalam SK Dirjen Tenaga Kesehatan dengan nomor HK.02.02/I/1283/2022 menyatakan bahwa Bapelkes Mataram mendapatkan Akreditasi B sebagai penyelenggara pelatihan bidang Kesehatan.

Penyerahan sertifikat oleh Dirjen Tenaga Kesehatan diterima langsung oleh kepala Bapelkes Mataram Ali Wardana, pada acara pembinaan profesionalisme widyaiswara, sekaligus acara penyerahan SK dan Sertifikat Akreditasi Institusi di Hotel Horison Ciledug Kota Tanggerang Banten, Jakarta, Kamis (30/6/2022).

Selanjutnya moto yang diangkat oleh Ali Wardana sebagai respon dari perubahan tersebut yakni, “Bapelkes Mataram Profesional, Inovatif dan Solid (PIS)”.

“kita langsung mengadakan pembenahan organisasi, karena harus melaksanakan Akreditasi Institusi karena Akreditasi sebelumnya Bapelkes Provinsi NTB dilaksanakan pada Juni 2019 sehingga meskipun baru bergabung menjadi UPT Kemenkes RI tetap harus melaksanakan Akreditasi Institusi Pelatihan sehingga bisa menjamin mutu pendidikan dan Pelatihan khususnya di Bidang Kesehatan,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *