google-site-verification=ifJPc0uzRA4Y4Fdt8VWeGvttPAD7V18nkgstdtOyxms Dana BOSDA Senilai 6,3 Miliar Kabupaten Lombok Utara Akan Segera Cair

Dana BOSDA Senilai 6,3 Miliar Kabupaten Lombok Utara Akan Segera Cair

  • Bagikan
Dana BOSDA Senilai 6,3 Miliar Kabupaten Lombok Utara Akan Segera Cair
Dana BOSDA Senilai 6,3 Miliar Kabupaten Lombok Utara Akan Segera Cair

TANJUNG radarntb.com – Sekretaris Dinas Pendidikan Kebudayaan dan Olah Raga (Sekdis Dikpora) Kabupaten Lombok Utara (KLU), Efendi, menyatakan bahwa dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) senilai 6,3 miliar rupiah diharapkan dapat cair pada bulan April ini.

Efendi mengungkapkan bahwa anggaran tersebut sesuai dengan usulan yang telah diajukan, sehingga perlu dipastikan anggaran yang telah ditetapkan dalam Daftar Penerimaan Anggaran (DPA) yang akan dicairkan.

“Mudah mudahan bisa cair pada bulan April ini. Anggaran yang di keluarkan 6.3 milyar sesuai dengan usulan. Jadi, mana anggaran yang di DPA itu yang kita cairkan.” Ungkap Sekdis Disdikbudpora KLU, Efendi seusai mengikuti kegiatan rapat paripurna di Aula DPRD KLU pada Jum’at 22/03/2024.

Dikatakannya bahwa jumlah penerima dana BOSDA masih menunggu keputusan sekda Lombok Utara pulang dari Jakarta, karena belum ada pengumuman resmi mengenai jumlah penerima.

Hal ini disebabkan adanya perbedaan data antara Dapodik dengan data dari AJTKH yang perlu disinkronkan terlebih dahulu sebelum pencairan dapat dilakukan.

“Jumlah penerima itu menunggu sekda dari Jakarta, kita belum menerima jumlah penerima belum dikeluarkan, menunggu karena ada perbedaan dapodik dengan temen-temen dari AJTKH, kita perlu sinkronkan dulu, dan kita ketemu sama pak sekda dulu baru kita klopkan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Efendi menyebutkan bahwa data penerima dana BOSDA tersebut mencapai lebih dari seribu orang, dengan alokasi minimal sekitar 250 ribu rupiah per orang mulai dari bulan Januari hingga Maret.

“Data penerima itu sekitar seribu lebih,
anggaran yang mereka terima, kemarin itu  minimal sekitar 250 per orang, itu dari bulan Januari hingga bulan Maret” katanya

“Kami perlu menyelesaikan sinkronisasi data dengan Dapodik terlebih dahulu untuk menghindari ketidaksesuaian dengan data pusat yang dapat berpotensi menimbulkan konsekuensi yang merugikan,” tutupnya. (Ten*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *