Hasil Akhir Pertamina 6 Hours Endurance 2026 di Mandalika Razaiq Motorsport Rajai Balapan

  • Bagikan
Hasil Akhir Pertamina 6 Hours Endurance 2026 di Mandalika Razaiq Motorsport Rajai Balapan
Hasil Akhir Pertamina 6 Hours Endurance 2026 di Mandalika Razaiq Motorsport Rajai Balapan

MANDALIKA, radarntb.com – Pertamina Mandalika International Circuit kembali membuktikan kelasnya sebagai sirkuit yang menuntut lebih dari sekadar kecepatan. Pada Minggu (1/2/2025), sirkuit kebanggaan Indonesia ini menjadi saksi ketatnya persaingan Pertamina 6 Hours Endurance, ajang yang menguji konsistensi, strategi tim, hingga kedisiplinan eksekusi selama enam jam penuh, Razaiq Motorsport rajai balapan.

Balapan dimulai tepat pukul 10.01 WITA di bawah cuaca yang bersahabat. Sejak lampu hijau menyala, puluhan mobil dari berbagai kelas langsung terlibat duel sengit—bukan hanya melawan rival, tetapi juga melawan kelelahan dan ketatnya regulasi endurance.

Bendera finis akhirnya dikibarkan pada pukul 16.03 WITA, menutup balapan yang penuh drama dan strategi.

Razaiq Motorsport keluar sebagai pemenang keseluruhan (overall) menggunakan Honda Brio nomor 777 yang turun di kelas ITCR 1200.

Tim yang diperkuat oleh kuartet pembalap Rizky Rafi Thamrin, Junus Danuarjo, serta dua talenta asal Malaysia, Hayden Haikal dan Bradley B. Anthony, sukses menyelesaikan 166 lap dengan total waktu 6 jam 3 menit 13,796 detik.

Kemenangan ini tidak diraih dengan mudah. Meski sempat dijatuhi penalti 60 detik akibat unsportsmanlike conduct, strategi solid dan performa mobil yang stabil membuat mereka tetap mampu mempertahankan posisi terdepan. Razaiq Motorsport hanya unggul satu lap dari pesaing terdekatnya.

Di posisi kedua, Cargloss Racing Team (Toyota Agya #77) yang digawangi Hari Darma, Amato Rudolph, dan Jordan Johan tampil impresif dengan 165 lap.

Sementara itu, posisi ketiga overall diamankan oleh Banteng Motorsport (Honda Brio #44) lewat aksi David Djaja, Davino Satria, dan Rayhan Tania yang membukukan 164 lap.

Di kelas ITCR 1500, REA Siantar Racing tampil dominan. Mengandalkan Honda City nomor 88, tim yang beranggotakan M. Wildan Rizkyansyah, Abraham Nadeak, dan Yoshihiro Fajaryanto ini finis di posisi keempat overall dengan 163 lap.

Tak hanya membawa pulang trofi juara kelas, REA Siantar Racing juga mencatatkan Best Lap of the Race dengan waktu 2 menit 02,851 detik, yang menjadi catatan waktu tercepat sepanjang lomba.

Posisi kedua kelas ini diraih oleh Wish Motorsport (#78) yang diperkuat Billy Wisputra, Henri Liang, Fendy Yoman, dan Hery Wirawan.

Sebagai balap ketahanan, kepatuhan terhadap regulasi menjadi faktor krusial. Sepanjang enam jam, Race Control menjatuhkan sejumlah penalti:

  • Track Limits: Pelanggaran paling umum yang dialami mobil nomor 44, 78, 533, 88, 12, 123, dan 16.

  • Pit Stop & Driver Swap: Mobil nomor 78 dan 88 menerima drive-through penalty karena prosedur pit di luar red box.

  • Pelanggaran Berat: Beberapa tim juga terkena penalti akibat pengisian bahan bakar yang melewati batas waktu hingga prosedur pergantian pembalap yang terlalu cepat (kurang dari 30 menit).

Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria, memberikan apresiasi tinggi atas dinamika balapan tahun ini.

“Pertamina 6 Hours Endurance tahun ini memperlihatkan esensi sejati balap ketahanan. Selisih hanya satu lap setelah enam jam bertanding menunjukkan betapa kompetitifnya tim-tim kita,” ujar Priandhi.

Ia menambahkan bahwa sirkuit Mandalika bukan sekadar venue, melainkan laboratorium pembelajaran bagi ekosistem motorsport Indonesia.

“Kami berharap dari sini lahir pembalap yang siap bersaing di level internasional, dan ke depannya, kami menargetkan kejuaraan endurance tingkat dunia dapat hadir di Mandalika,” pungkasnya.

  • Bagikan
Exit mobile version