Hasil Operasi Ketupat Rinjani 2022 Kecelakaan 16 Meninggal 9

  • Bagikan
Hasil Operasi Ketupat Rinjani 2022 Kecelakaan 16 Meninggal 9
Hasil Operasi Ketupat Rinjani 2022 - radarntb.com

MATARAM radarntb.com – hasil operasi ketupat Rinjani tahun 2022 sejak dimulainya beberapa hari Lalau, hingga Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1443 H di NTB, Ditlantas Polda NTB Mencatat Kecelakaan 16, Meninggal 9, luka berat 10, luka ringan 10.


Direktur Lalulintas (Dirlantas) Polda NTB Kombes Pol Djoni Widodo kepada radarntb.com, Selasa (3/5/2022) mengatakan, kecelakaan lalu lintas pada perayaan lebaran Hari Raya Idul Fitri 1443 h, tahun 2022 ini lebih banyak dibandingkan dengan tahun 2021 lalu.

Dimana, jumlah kecelakaan pada lebaran Hari Raya Idul Fitri 1443 h, tahun 2022 ini mencapai angka 16 peristiwa.

Jumlah korban jiwa pada kecelakaan selama pelaksanaan Operasi Ketupat Rinjani perayaan lebaran Hari Raya Idul Fitri 1443 h, tahun 2022 ini 29 orang terdiri dari 9 meninggal dunia, 10 luka berat dan 10 luka ringan.

“kendaraan yang mengalami kecelakaan terdiri dari roda dua dan roda empat, korban jiwa meninggal 6, luka berat 10, ringan 10,” kata Djoni.

“Kecelakaan yang terjadi pada perayaan lebaran Hari Raya Idul Fitri 1443 h, tahun 2022 ini rata-rata tunggal, penyebabnya rem blong dan kebanyakan out of control seperti ngantuk, kecapean dan pusing,” tambah Djoni.

Selain itu, kata Djoni, jumlah pemudik atau kendaraan yang melintas di jalan raya, pada perayaan lebaran Hari Raya Idul Fitri 1443 h, tahun 2022 ini juga mengalami peningkatan hingga 70% dibandingkan dengan tahun 2021 lalu.

Ketaatan warga mematuhi peraturan lalu lintas pada Lebaran Hari Raya idul Fitri 1443 tahun 2022 ini, Djoni menyebutkan lebih banyak dibandingkan dengan warga yang tidak taat.

Untuk itu dia mengingatkan warga khususnya masyarakat NTB untuk tetap mematuhi peraturan lalu lintas, guna mencegah korban jiwa jika kecelakaan terjadi.

“kami menghimbau warga agar memperhatikan dirinya sendiri untuk melengkapi diri dengan helem dan hal-hal lain yang dapat melindungi diri saat berkendara,” imbaunya.

Jika mengantuk, pusing atau kecapean di jalan raya saat berkendara, Djoni mempersilahkan warga untuk singgah di pos-pos polisi untuk sekedar beristirahat demi keselamatan di jalan.

Ditanya soal boleh atau tidak singgah di Pos penjagaan Polisi selama lebaran hari raya Idul Fitri 1443 H, Doji Widodo mengatakan sangat boleh, bahkan dia berharap Pos Polisi yang ada dapat dimanfaatkan semaksimalnya oleh pengguna jalan terutama warga yang kecapean di jalan.

Pengamanan lebaran Hari Raya Idul Fitri 1443 h, tahun 2022 ini akan terus digencarkan Djoni, hingga tanggal 9 April 2022 nanti, terutama pada perayaaan lebaran ketupat.

Jumlah personel yang diterjukan hingga 9 April nanti 1600, ditambah personel dari stakeholder lain seperti TNI, Dishub dan lain sebagainya.

“kita akan terus melakukan pemantauan jalan raya hingga tanggal 9 April nanti, untuk memberikan rasa aman bagi pengendara, terutama untuk arus balik mudik lebaran,” tegasnya.

Selain di jalan raya, Djoni juga akan meningkatkan patroli ke tempat-tempat wisata yang menjadi tujuan warga pasca Idul Fitri 1443 terutama saat lebaran ketupat.

“di NTB khususnya Lombok ada istilah lebaran ketupat, pelaksanaannya satu minggu setelah Idul Fitri, biasanya warga pergi ke tempat rekreasi atau wisata dan tak jarang memadati jalan raya, untuk itu kita akan tingkatkan pengamanan saat itu,” pungkas Djoni.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.