LOMBOK BARAT, radarntb.com – Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) resmi gelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 di Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Agenda besar para pimpinan hotel se-Indonesia ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan total pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) di kancah internasional.
Dalam konferensi pers yang digelar Kamis sore (16/4/2026), Ketua Umum IHGMA, Dr. I Gede Arya Pering Arimbawa, menegaskan bahwa pemilihan Lombok bukan tanpa alasan.
Menurutnya, Lombok kini telah bertransformasi menjadi magnet pariwisata dunia yang memerlukan sinergi kuat antar-pemangku kepentingan.
“Kami ingin memastikan Rakernas ini memberikan manfaat nyata bagi daerah. NTB memiliki potensi luar biasa. Melalui acara ini, kita tunjukkan kepada dunia bahwa Senggigi siap menyambut wisatawan dengan standar keramahtamahan tertinggi,” ujar Dr. Arya di hadapan puluhan awak media nasional dan lokal.
Diskusi hangat dalam press conference tersebut menyoroti beberapa isu krusial yang akan dibahas selama Rakernas berlangsung, antaranya:
Standarisasi & Inovasi Masa Depan: Rakernas menjadi wadah konsolidasi para General Manager (GM) seluruh Indonesia untuk merumuskan standar pelayanan baru yang lebih adaptif terhadap teknologi dan kebutuhan pasar global.
Mitra Strategis Pemerintah: IHGMA memposisikan diri sebagai katalisator utama bagi kebijakan pemerintah dalam mempercepat pemulihan ekonomi melalui sektor pariwisata yang berkelanjutan.
Dampak Ekonomi bagi NTB: Penyelenggaraan di Senggigi diproyeksikan memberikan multiplier effect instan, mulai dari lonjakan tingkat hunian hotel (okupansi) hingga promosi destinasi wisata lokal secara masif melalui jaringan ribuan anggota IHGMA di seluruh nusantara.
Pemilihan Senggigi sebagai lokasi utama juga dianggap sebagai langkah strategis untuk merevitalisasi kawasan wisata yang merupakan pionir pariwisata di NTB ini.
Dengan hadirnya para penentu kebijakan di industri perhotelan, Senggigi kembali mendapatkan panggung untuk memamerkan pesonanya.
Konferensi pers ditutup dengan sesi tanya jawab yang penuh optimisme. Para pelaku industri sepakat bahwa tahun 2026 akan menjadi tahun pertumbuhan signifikan bagi pariwisata NTB, didorong oleh kesiapan infrastruktur dan kualitas sumber daya manusia yang semakin kompetitif.
