MATARAM, radarntb.com – Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram terus mengepakkan sayapnya di kancah internasional. Di tahun 2026 ini, kampus hijau tersebut menjadi daya tarik luar biasa bagi calon mahasiswa dari berbagai belahan dunia, saat ini mereka tengah kebanjiran mahasiswa asing.
Wakil Rektor 1 UIN Mataram, Prof. Adi Fadli, mengungkapkan bahwa animo mahasiswa internasional untuk menimba ilmu di UIN Mataram sangat tinggi. Tercatat, ada ratusan pendaftar yang ingin bergabung pada tahun akademik ini.
“Yang sudah daftar, mahasiswa internasional kita itu ada 223 orang. Tapi untuk tahap awal ini, disesuaikan dengan kuota dan kemampuan kita, yang kita terima sebanyak 50 orang dari 25 negara.” ujar Prof. Adi Fadli saat dikonfirmasi.
Dari total 50 mahasiswa asing yang dinyatakan lolos tersebut, UIN Mataram memberikan fasilitas beasiswa penuh. Mereka tidak hanya dibebaskan dari biaya kuliah, namun juga akan difasilitasi tempat tinggal terpadu di dalam kampus.
“Sementara 50 orang ini kita beasiswakan dan kita fasilitasi untuk tinggal di Ma’had (asrama) kampus. Mereka berasal dari berbagai negara, mulai dari kawasan Afrika, Mesir, hingga Somalia,” jelasnya.
Selain jalur beasiswa, Prof. Adi Fadli juga membeberkan fenomena menarik lainnya. UIN Mataram kini mulai dilirik oleh mahasiswa asing yang siap membiayai kuliah mereka secara mandiri tanpa sokongan beasiswa.
Saat ini, sudah ada 40 orang mahasiswa asing yang mendaftar melalui jalur mandiri tersebut. Proses seleksi, tes, hingga pengurusan visa mereka tengah berjalan. Dijadwalkan, seluruh mahasiswa internasional ini akan mulai tiba di Lombok pada bulan Juli atau Agustus mendatang.
Mengenai metode pembelajaran, UIN Mataram menegaskan tidak akan membuat kelas eksklusif atau kelas internasional yang terpisah. Sebaliknya, mahasiswa asing ini akan membaur dengan mahasiswa lokal di seluruh Program Studi (Prodi) yang ada di UIN Mataram.
“Kita sebar ke semua prodi. Tujuannya agar semua prodi di UIN Mataram memiliki mahasiswa internasional. Jadi bukan kelas internasional yang dikhususkan, tapi mahasiswanya yang ada di semua prodi,” tambahnya.
Untuk mendukung kelancaran akademik, pihak kampus telah menyiapkan skema mitigasi bahasa. Sebelum perkuliahan dimulai, para mahasiswa asing akan diberikan pembekalan bahasa.
Selain itu, UIN Mataram juga menyiapkan dosen-dosen khusus yang bertindak sebagai penerjemah, serta menyiapkan tutor khusus di luar kelas umum untuk mengulas kembali materi perkuliahan mereka.
“Ini tahun pertama kita membuka ruang secara masif bagi mahasiswa internasional. Persiapan tempat tinggal sudah matang. Kita coba dulu formulasinya, dan kami optimis ini menjadi langkah besar bagi kemajuan UIN Mataram,” pungkas Prof. Adi Fadli.
