Kadis Pertanian Lobar Minta Pemprov NTB Turut Berpartisipasi Hadapi PMK

  • Bagikan
Kadis Pertanian Lobar Minta Pemprov NTB Turut Berpartisipasi Hadapi PMK
Sejauh ini HK. Ir. H. Lalu Winengan Muhammad Yunus MM. Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Lombok Barat (Lobar) saat dikonfirmasi terkait PMK. doc. radarntb.com

LOMBOK BARAT radarntb.com – Kadis Pertanian Perkebunan dan Peternakan Lobar HK Lalu Winengan meminta Pemprov NTB turut berpartisipasi menghadapi masalah PMK Sapi yang sedang dihadapi warga.


Sejauh ini Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Lombok Barat (Lobar) HK. Ir. H. Lalu Winengan Muhammad Yunus MM. menyebutkan bahwa, kasus Sapi yang terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Lombok Barat sudah mencapai angka ribuan.

“jumlah Sapi yang terjangkit atau yang terserang penyakit mulut dan kuku (PMK) di Lombok Barat mencapai angka 1.700,” jelas HK Lalu Winengan panggilan akrab Kadis Pertanian Lombok Barat (Lobar) yang baru menjabat sejak Januari 2022 lalu.

Untuk itu dia meminta Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ikut turun tangan menghadapi PMK Sapi yang sedang dihadapi warga, terutama yang ada di Lombok Barat (Lobar).

Diketahui bahwa, pihaknya telah memberikan sejumlah obat-obatan untuk warga yang Sapinya sakit karena PMK ini.

Pengobatan untuk Sapi yang terjangkit PMK terus dilakukan pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Dinas Pertanian sebagai penanggungjawab utama penanganan PMK Sapi di Lobar.

“sementara Vaksin untuk penyakit Mulut dan Kuku Sapi datang, kita lakukan pengobatan terhadap sapi yang terjangkit PMK, obat yang kita berikan, berupa obat peradangan,” ujarnya.

Winengan, meyakini bahwa Sapi yang terjangkit PMK ini mengalami peradangan sehingga dia tidak bisa makan.

Warga juga diminta untuk tidak panik, karena Sapi yang terjangkit dengan PMK ini akan sembuh apabila sudah bisa makan.

Selain itu pihaknya juga telah membentuk Satgas disemua kecamatan, untuk penanganan PMK Sapi di Lombok Barat.

Semua unsur dilibatkan dalam Satgas tersebut, mulai dari unsur pemerintah dan juga relawan.

Warga disarankan untuk selalu membersihkan kandang dan memisahkan Sapi yang terjangkit PMK, sebagai langkah antisipasi penyebaran PMK.


“bagi warga yang sapinya Sakit karena terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) bisa langsung ke Kantor Desa atau ke Kantor Camat untuk penanganan sementara,” terangnya.

Vaksin PMK Sapi yang diharapkan, rencananya datang pertengahan bulan Mei 2022, sekitar tanggal 14.

“Insya Allah Vaksin PMK Sapi akan datang pertengahan Mei nanti, sekitar tanggal 14 atau 15,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.