LOMBOK TENGAH, radarntb.com – Pulau Lombok kembali menjadi laboratorium terbuka bagi generasi muda pemetaan Indonesia. Sebanyak 96 mahasiswa Program Studi Sarjana Kartografi dan Penginderaan Jauh, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada (UGM), menuntaskan rangkaian Kuliah Kerja Lapangan (KKL) 3 dengan menghasilkan 16 penelitian yang tersebar di berbagai penjuru wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Selama masa kegiatan, mahasiswa tidak hanya turun ke lapangan untuk mengambil data, tetapi juga mengintegrasikan teknologi penginderaan jauh, sistem informasi geografis, hingga survei terestris guna menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat dan lingkungan pesisir maupun daratan Lombok.
16 penelitian yang dihasilkan mengangkat tema yang sengaja dibuat beragam agar mencerminkan kompleksitas ekosistem Lombok — mulai dari wilayah pesisir hingga lahan pertanian di pedalaman. Beberapa topik yang diangkat antara lain, Pemetaan biodiversitas lamun, untuk mengidentifikasi sebaran dan kekayaan jenis padang lamun sebagai penyangga ekosistem laut dangkal, Estimasi biomassa tegakan vegetasi, guna mengukur potensi simpanan karbon dan kondisi tutupan hijau di beberapa kawasan, Analisis kekeringan lahan dan pertanian, yang menyoroti dampak variabilitas iklim terhadap produktivitas lahan pertanian warga, dan Penilaian tingkat kesehatan mangrove di kawasan Gerupuk, sebagai upaya pemantauan ekosistem pesisir yang menjadi benteng alami dari abrasi dan perubahan iklim.
Selain keempat topik tersebut, mahasiswa juga mengerjakan penelitian lain yang mencakup kajian urban heat island, analisis kesesuaian lahan, estimasi produksi padi, hingga analisis kualitas lingkungan permukiman berbasis penginderaan jauh — seluruhnya dikerjakan secara berkelompok dengan lokasi kajian yang tersebar di berbagai titik di Lombok, dari kawasan pesisir selatan hingga wilayah agraris di bagian dalam pulau.
Ketua Pelaksana KKL 3, Adam Amirul, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan momentum bagi mahasiswa untuk menguji langsung ilmu yang selama ini dipelajari di ruang kelas.
“KKL 3 ini adalah bagian dari proses belajar mahasiswa untuk mempraktikkan langsung ilmu kartografi dan penginderaan jauh di lapangan. Selama kegiatan berlangsung, teman-teman mahasiswa dilatih untuk mengambil data, melakukan pengolahan, hingga memberikan output dari 16 tema penelitian yang berbeda-beda. Kami berharap hasil penelitian ini bisa bermanfaat, baik bagi mahasiswa sendiri maupun masyarakat Lombok.” ujar Adam.
Ia menambahkan bahwa keberagaman tema penelitian yang dihasilkan mencerminkan kekayaan disiplin ilmu kartografi dan penginderaan jauh dalam menjawab isu-isu kontemporer. 16 penelitian dengan tema berbeda ini adalah cermin bahwa satu bidang ilmu bisa berbicara banyak hal — dari laut, hutan, hingga sawah.
Melalui KKL 3 ini, Program Studi Kartografi dan Penginderaan Jauh UGM sekali lagi menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi pemeta yang tidak hanya andal secara teknis, tetapi juga peka terhadap dinamika sosial dan lingkungan. Dengan berakhirnya kegiatan ini, 96 mahasiswa tersebut membawa pulang bukan hanya data dan peta, tetapi juga pengalaman lapangan yang memperkaya perspektif mereka sebagai calon ahli pemetaan dan penginderaan jauh masa depan.
