Mandalika Racing Series 2026 Lebih Menantang Ini Deretan Inovasi Barunya

  • Bagikan
Mandalika Racing Series 2026 Lebih Menantang, Ini Deretan Inovasi Barunya
Mandalika Racing Series 2026 Lebih Menantang, Ini Deretan Inovasi Barunya

LOMBOK TENGAH, RadarNTB.com – Gelaran Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) 2026 kembali hadir di Sirkuit Internasional Mandalika dengan wajah baru. Musim ini bukan sekadar pengulangan tahun lalu, melainkan membawa transformasi besar dalam struktur kompetisi balap motor nasional.

Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, menjelaskan bahwa terdapat beberapa perbedaan signifikan yang membedakan Mandalika Racing Series 2026 dengan penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya. Fokus utamanya adalah pada penajaman penjenjangan (leveling) bagi para rider muda.

Berikut adalah poin-poin baru yang membedakan MRS tahun ini dengan tahun lalu: Pertama kehadiran Kelas Junior Sport 250 U-18.

Jika tahun lalu fokus pembibitan bertumpu pada kelas 150cc, tahun ini MGPA memperkenalkan kelas Junior Sport 250 Under-18 (U-18). Kelas ini dirancang sebagai jembatan bagi pebalap yang sudah lulus atau dianggap mahir di kelas 150cc.

“Tahun ini kita bikin Junior Sport 250 U-18. Jadi pebalap yang tahun lalu sudah mahir di kelas 150cc, kita naikkan tingkatannya agar mereka terbiasa dengan kecepatan yang lebih tinggi dan kompetisi yang lebih besar,” jelas Priandhi.

Beikutnya, transformasi menjadi “Indonesia Junior Talent Cup”. Ada perubahan identitas pada kelas pembibitan dasar. Kelas yang tahun lalu dikenal sebagai Junior Sport 150 U-15, kini resmi berganti nama menjadi Indonesia Junior Talent Cup.

Perubahan ini bukan sekadar nama, melainkan bentuk penguatan kerjasama dengan Sarga Motosport untuk menciptakan ekosistem balap yang lebih profesional bagi anak-anak di bawah usia 15 tahun.

Tahun 2026 ini dipastikan akan berlangsung lebih panjang dan kompetitif dengan total 5 putaran sepanjang tahun. Pada putaran pertama saja, antusiasme terlihat sangat tinggi dengan total 102 starter yang turun ke lintasan.

“Kelas Junior Talent Cup sendiri menyumbang peserta terbanyak dengan 31 starter, membuktikan bahwa minat pebalap muda untuk meniti karier di Mandalika sangat luar biasa,” tambah Priandhi.

Perbedaan teknis yang sangat ditekankan tahun ini adalah adopsi penuh regulasi dari Asia Road Racing. MGPA tidak ingin membuat aturan sendiri, melainkan menerjemahkan standar internasional ke dalam buku panduan MRS 2026.

Hal ini bertujuan agar tidak ada perbedaan prosedur (seperti aturan start, safety, dan regulasi teknis) antara balapan di Mandalika dengan sirkuit internasional lainnya seperti Sepang. Dengan demikian, rider Indonesia sudah memiliki mental dan pengetahuan standar dunia sejak dari kompetisi domestik.

  • Bagikan
Exit mobile version