Sirkuit Mandalika Bersiap Gelar Formula IDN Racing Series, Jembatan Baru bagi Pembalap Muda Indonesia

  • Bagikan
Sirkuit Mandalika Bersiap Gelar Formula IDN Racing Series, Jembatan Baru bagi Pembalap Muda Indonesia
Sirkuit Mandalika Bersiap Gelar Formula IDN Racing Series, Jembatan Baru bagi Pembalap Muda Indonesia

LOMBOK TENGAH, RadarNTB.com – Sirkuit Internasional Mandalika bersiap menyuguhkan warna baru dalam dunia balap tanah air. Tidak lama lagi, ajang balap mobil kursi tunggal (open-wheeler) bertajuk Formula IDN Racing Series akan segera mengaspal di sirkuit kebanggaan Indonesia tersebut.

Kehadiran ajang ini diharapkan menjadi jawaban atas minimnya wadah pembibitan bagi para pembalap mobil muda di Indonesia untuk melangkah ke jenjang profesional internasional.

CEO Formula IDN Racing Series, Michael Indrajaja, menjelaskan bahwa kejuaraan ini merupakan tahap penjenjangan karier yang sangat krusial bagi para pembalap muda setelah mereka lulus dari kompetisi gokart (karting).

“Balapan formula ini sebetulnya adalah penjenjangan profesional setelah gokart. Dari gokart, mereka punya pilihan untuk masuk ke open-wheeler (mobil tanpa fender) seperti Formula ini, atau ke mobil sport seperti GT Cars,” ujar Michael.

Michael menambahkan bahwa kelas Formula 4 (F4) ini sengaja dirancang sebagai jembatan strategis. Secara regulasi usia, anak-anak berumur 15-16 tahun umumnya belum diizinkan masuk ke kelas GT Cars yang lebih besar. Oleh karena itu, Formula 4 menjadi tempat terbaik bagi mereka untuk mengasah skill sebelum naik ke Formula 3 (F3) atau kelas di atasnya.

Menariknya, kompetisi lokal berkelas nasional ini juga terbuka untuk pembalap luar negeri. Penjenjangan usia peserta umumnya dimulai dari 14 hingga 15 tahun. Di Mandalika sendiri, mobil-mobil Formula 4 ini mampu dipacu hingga menyentuh kecepatan maksimal 227 km/jam.

Untuk seri perdana ini, pihak penyelenggara telah menyiapkan 10 unit kendaraan dengan target 10 peserta. Michael juga membocorkan bahwa ia akan segera menandatangani kontrak dengan tim dari luar negeri pada 22 Juni mendatang untuk ikut meramaikan kompetisi ini.

Format balapan yang diusung pun dipastikan akan berlangsung seru dan kompetitif. Dalam satu seri, akan ada sesi Qualifying Time Trial (QTT), disusul dengan Race 1, Race 2 yang menggunakan sistem reverse grid (posisi start dibalik untuk juara 1 sampai 5), serta Race 3 yang posisi startnya diambil dari waktu terbaik kedua saat QTT.

Senada dengan Michael, Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) yang baru, Ananda Mikola, menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh jalannya Formula IDN Racing Series. Menurutnya, jika sektor balap motor (seperti MotoGP dan ARRC) sudah memiliki jalur pembibitan yang berjalan baik, maka kini saatnya sektor balap mobil mendapatkan perhatian serupa.

Ananda menekankan bahwa Sirkuit Mandalika tidak boleh hanya dipandang sebagai tempat pesta kemewahan semata, melainkan harus berfungsi sebagai kawah candradimuka yang melahirkan pahlawan lokal (local hero) di dunia balap.

“Sirkuit ini bukan hanya untuk pesta kemewahan, tapi bagaimana sirkuit ini bisa melahirkan para juara di tingkat nasional dan internasional melalui pembibitan yang baik. Kalau motor kan sudah berjalan, nah sekarang kita sedang kerjakan pembibitan untuk pembalap mobil Formula,” tegas Ananda Mikola.

Mantan pembalap nasional tersebut menyatakan bahwa untuk tahap awal ini, kuota diprioritaskan bagi 10 pembalap menggunakan 10 mobil yang seluruhnya difokuskan untuk talenta-talenta asal Indonesia, khususnya kelompok usia muda sekitar 16-17 tahun.

Ketika ditanya mengenai jadwal balapan yang direncanakan berlangsung antara bulan Agustus hingga Oktober—di mana bulan Oktober juga menjadi jadwal gelaran akbar MotoGP—Ananda memastikan hal tersebut tidak akan mengganggu persiapan teknis sirkuit.

Namun, ia memberikan catatan penting dan imbauan kepada para pelaku industri pariwisata di Lombok, khususnya pemilik hotel dan akomodasi, untuk bersama-sama menjaga stabilitas harga kamar. Hal ini berkaca dari evaluasi event-event sebelumnya di mana lonjakan harga akomodasi kerap menjadi keluhan utama.

“Tinggal bagaimana komersialnya nanti. Saya yakin dengan adanya local hero tahun ini, penonton akan banyak yang hadir. Tapi kita sebagai tuan rumah, ini titip saya kepada hotel dan sebagainya, harus bisa menekan harga rate hotel tersebut. Karena di waktu yang sama, kita juga ada event Formula 1 di Singapura,” pungkas Ananda.

Pihak MGPA dan Formula IDN kini tengah mematangkan persiapan menjelang peluncuran resmi (launching) yang dijadwalkan pada 17 Juni mendatang. Melalui skema kompetisi yang matang, ajang ini diharapkan menjadi awal bangkitnya generasi baru pembalap jet darat asal Indonesia yang mampu berbicara banyak di panggung dunia. (Radar NTB)

  • Bagikan
Exit mobile version