Mandalika Siap Gelar GT World Challenge Asia dan Kartini Race: Pemanasan Menuju MotoGP 2026

  • Bagikan
Mandalika Siap Gelar GT World Challenge Asia dan Kartini Race: Pemanasan Menuju MotoGP 2026
Dari kiri, Chairman Kartini Race Fitri Fitri Hartini, Dirut Operasional ITDC Troy Reza Waroka General Manager SRO Motorsports Asia, Benjamin Franassovici, Dirut MGPA Priandhi Sartia, foto bersama usai acara presscon GT World Challenge Asia dan Kartini Race, di sela acara jamuan makan malam stau Welcome Dinner bersama para pembalap dan tim, di Hotel Pullman Kuta Mandalika pada Kamis malam (30/4/2026).

KUTA MANDALIKA, radarntb.com – Suasana hangat menyelimuti acara Welcome Dinner yang digelar di Hotel Pullman Kuta Mandalika pada Kamis malam (30/4/2026). Di sela jamuan makan malam bersama para pembalap dan tim, manajemen ITDC, MGPA, serta penyelenggara balapan mengadakan konferensi pers untuk menjelaskan kesiapan ajang GT World Challenge Asia dan Kartini Race yang akan segera berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit.

Direktur Operasional ITDC, Troy Reza Waroka, menekankan bahwa rangkaian kegiatan otomotif roda empat ini merupakan bagian dari strategi sport tourism spesifik yang juga berfungsi sebagai pemanasan menuju MotoGP Oktober mendatang.

“Dampak ekonominya sangat baik. Kami mengecek akomodasi sangat melonjak, bahkan tim kami sendiri ada yang terlempar ke beberapa hotel karena sulit mencari kamar di sekitar sini,” ujar Troy.

Selain fokus pada balapan, Troy Reza Waroka juga memaparkan program keberlanjutan ITDC melalui penanaman mangrove di kawasan Mandalika yang bekerja sama dengan Universitas Mataram.

Ia juga menambahkan bahwa peserta GT World Challenge Asia adalah para gentleman driver yang juga merupakan pemilik bisnis, sehingga ajang ini menjadi pintu masuk bagi pengembangan investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

General Manager SRO Motorsports Asia, Benjamin Franassovici, menyatakan kegembiraannya bisa kembali ke Mandalika untuk edisi kedua. Ia memuji kualitas sirkuit dan organisasi yang dinilai luar biasa sejak tahun lalu.

Benjamin menyebut kondisi sirkuit sebanding dengan trek-trek mapan lainnya di dunia. Penyelenggaraan tahun lalu berjalan tanpa hambatan teknis, dengan kontrol balapan yang sempurna.

“Sirkuit ini memiliki kondisi yang sebanding dengan trek-trek mapan lainnya di dunia. Penyelenggaraan tahun lalu berjalan luar biasa tanpa hambatan, dan sangat ajaib melihat apa yang telah dibangun di lokasi yang fantastis ini,” ujar Ben.

Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, menjelaskan bahwa meskipun ada sedikit penurunan jumlah peserta karena kendala logistik di beberapa negara Asia, antusiasme tetap tinggi. Ia menyoroti keterlibatan besar warga lokal dalam ajang ini.

Disebutkan, sebanyak 500 hingga 600 volunteer bertugas sebagai marshal, tim medis, hingga tenaga kebersihan.

Priandhi menegaskan bahwa dari tahun ke tahun, jumlah pekerja dari NTB terus bertambah, sementara personel dari Jakarta kini tidak lebih dari 10 orang.

Menambah keunikan rangkaian acara, Chairman Kartini Race, fitri Hatini, memperkenalkan ajang balap yang seluruh pesertanya adalah perempuan. Balapan ini akan digelar pada Minggu (3/5/2026) dengan kendaraan yang menggunakan livery unik untuk setiap pembalap.

Pembalap ternama seperti Alexandra Asmasoebrata dan Alinka Hardianti dipastikan akan ikut serta dalam ajang yang juga didukung oleh sponsor seperti Wardah, Kridha Toyota, Pegadaian, dan Bank Mandiri tersebut.

“Kartini Race ini sangat unik karena semua pembalapnya adalah perempuan. Kami ingin menunjukkan eksistensi pembalap wanita Indonesia di lintasan internasional, lengkap dengan identitas kendaraan yang didesain khusus untuk masing-masing mereka.” pungkasnya.

  • Bagikan
Exit mobile version