Mengawal Masa Depan Mandalika: ITDC Gelar FGD Dua Hari di Kuta Menghadirkan Seluruh Elemen

  • Bagikan
Mengawal Masa Depan Mandalika: Pemkab Loteng dan ITDC Gelar FGD Dua Hari di Kuta LOMBOK TENGAH, RADARNTB.COM — Bertempat di Hotel Raja, Kuta Mandalika, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bersama ITDC menggelar rangkaian Focus Group Discussion (FGD) intensif selama dua hari, mulai Rabu (3/6) hingga Kamis (4/6) 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk menggali masukan, pandangan, serta pengalaman dari para pemangku kepentingan mengenai dampak dan keberlanjutan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Rangkaian diskusi yang berlangsung mulai pukul 08.00 WITA hingga 17.30 WITA setiap harinya ini, menghadirkan Direktur Operasional ITDC, Troy Reza Waroka, dan Wakil Bupati Lombok Tengah, H. Nursiah, sebagai narasumber utama. Hari Pertama: Bedah Dampak Pariwisata hingga Kearifan Lokal Pada hari pertama, diskusi dibagi ke dalam tiga kelompok kerja (Pokja) untuk memastikan pembahasan yang mendalam dan spesifik: Kelompok Pertama: Memfokuskan bahasan pada Pengembangan Pariwisata dan Dampaknya terhadap Masyarakat Sekitar. Kelompok Kedua: Mendiskusikan Peluang Kerja Terkait Pengembangan di KEK Mandalika dan Sekitarnya. Kelompok Ketiga: Mengulas tentang Keberlanjutan Mata Pencaharian dan Kearifan Lokal. Wakil Bupati Lombok Tengah, H. Nursiah, menekankan bahwa keterlibatan masyarakat dalam pokja-pokja ini sangat krusial. "FGD ini menjadi wadah rutin untuk mengangkat dinamika dan menghasilkan solusi. Kami ingin ada dokumen penting dari poin-poin (pointer) yang dihasilkan untuk menjadi acuan bersama," ujar H. Nursiah. Hari Kedua: Fokus pada Pemberdayaan dan Keterlibatan Stakeholder Memasuki hari kedua, Kamis (4/6), agenda FGD akan berlanjut dengan bahasan yang lebih strategis pada sesi berikutnya: FGD Sesi 4: Akan membahas secara mendalam mengenai Pengembangan Masyarakat Sekitar. FGD Sesi 5: Difokuskan pada Penguatan Keterlibatan Pemangku Kepentingan. Rangkaian kegiatan ini kemudian akan ditutup dengan sidang Pleno untuk merumuskan hasil akhir dari seluruh kelompok diskusi sebagai rekomendasi kebijakan pembangunan Mandalika ke depan. Komitmen Keberlanjutan: Ekonomi, Manusia, dan Budaya Direktur Operasional ITDC, Troy Reza Waroka, menegaskan bahwa FGD ini adalah bukti nyata kolaborasi tiga pilar antara ITDC, Pemkab Lombok Tengah, dan akademisi. Ia mencatat bahwa pembangunan Mandalika kini telah mencapai progres di atas 70% dan memberikan dampak nyata bagi daerah. "Tadi disampaikan Pak Wakil Bupati, ada kenaikan PAD yang cukup signifikan dari sektor pariwisata. Ini bukti pembangunan ini harus didukung bersama karena dampaknya kembali ke masyarakat," ungkap Troy. Lebih lanjut, Troy menekankan bahwa komitmen ITDC mencakup tiga aspek utama: ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), dan pelestarian faktor kebudayaan. "Progres itu bukan hanya soal fisik bangunan, tapi manusianya. Bagaimana mereka lebih pintar, lebih cerdas, dan lebih melayani. Ditambah lagi, wisatawan kini merasa sangat aman di Mandalika," pungkasnya. Dengan adanya FGD ini, diharapkan pengembangan KEK Mandalika tidak hanya sukses secara infrastruktur, tetapi juga berkelanjutan dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat Lombok Tengah. (Ant)

LOMBOK TENGAH, RadarNTB.com — Bertempat di Hotel Raja, Kuta Mandalika, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bersama ITDC menggelar rangkaian Focus Group Discussion (FGD) intensif selama dua hari, mulai Rabu (3/6) hingga Kamis (4/6) 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk menggali masukan, pandangan, serta pengalaman dari para pemangku kepentingan mengenai dampak dan keberlanjutan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

FGD yang berlangsung di Kuta Mandalika ini menghadirkan semua elemen terkait mulai dari pemerintah, akademisi, Ormas, Tokoh Masyarakat, tokoh pemuda, hingga masyarakat biasa.

Rangkaian diskusi yang berlangsung mulai pukul 08.00 WITA hingga 17.30 WITA setiap harinya ini, menghadirkan Direktur Operasional ITDC, Troy Reza Waroka, dan Wakil Bupati Lombok Tengah, H. Nursiah, sebagai narasumber utama.

Pada hari pertama, diskusi dibagi ke dalam tiga kelompok kerja (Pokja) untuk memastikan pembahasan yang mendalam dan spesifik:

  • Kelompok Pertama: Memfokuskan bahasan pada Pengembangan Pariwisata dan Dampaknya terhadap Masyarakat Sekitar.

  • Kelompok Kedua: Mendiskusikan Peluang Kerja Terkait Pengembangan di KEK Mandalika dan Sekitarnya.

  • Kelompok Ketiga: Mengulas tentang Keberlanjutan Mata Pencaharian dan Kearifan Lokal.

Wakil Bupati Lombok Tengah, H. Nursiah, yang hadir  membuka acara menekankan bahwa keterlibatan masyarakat dalam pokja-pokja ini sangat krusial.

“FGD ini menjadi wadah rutin untuk mengangkat dinamika dan menghasilkan solusi. Kami ingin ada dokumen penting dari poin-poin (pointer) yang dihasilkan untuk menjadi acuan bersama,” ujar H. Nursiah.

Memasuki hari kedua, Kamis (4/6), agenda FGD akan berlanjut dengan bahasan yang lebih strategis pada sesi berikutnya:

  • FGD Sesi 4: membahas secara mendalam mengenai Pengembangan Masyarakat Sekitar.

  • FGD Sesi 5: Difokuskan pada Penguatan Keterlibatan Pemangku Kepentingan.

Rangkaian kegiatan ini kemudian akan ditutup dengan sidang Pleno untuk merumuskan hasil akhir dari seluruh kelompok diskusi sebagai rekomendasi kebijakan pembangunan Mandalika ke depan.

Direktur Operasional ITDC, Troy Reza Waroka, menegaskan bahwa FGD ini adalah bukti nyata kolaborasi tiga pilar antara ITDC, Pemkab Lombok Tengah, dan akademisi. Ia mencatat bahwa pembangunan Mandalika kini telah mencapai progres di atas 70% dan memberikan dampak nyata bagi daerah.

“Tadi disampaikan Pak Wakil Bupati, ada kenaikan PAD yang cukup signifikan dari sektor pariwisata. Ini bukti pembangunan ini harus didukung bersama karena dampaknya kembali ke masyarakat,” ungkap Troy.

Lebih lanjut, Troy menekankan bahwa komitmen ITDC mencakup tiga aspek utama: ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), dan pelestarian faktor kebudayaan.

“Progres itu bukan hanya soal fisik bangunan, tapi manusianya. Bagaimana mereka lebih pintar, lebih cerdas, dan lebih melayani. Ditambah lagi, wisatawan kini merasa sangat aman di Mandalika,” pungkasnya.

Dengan adanya FGD ini, diharapkan pengembangan KEK Mandalika tidak hanya sukses secara infrastruktur, tetapi juga berkelanjutan dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat Lombok Tengah. (Ant)

  • Bagikan
Exit mobile version