MANDALIKA, radarntb.com — Pengecatan ulang lintasan Sirkuit Internasional Mandalika terus dikebut dan kini telah mencapai sekitar 70 persen, sementara kesiapan sirkuit secara keseluruhan sudah menembus angka 85 persen. Seluruh rangkaian pengerjaan ini dilakukan guna memenuhi standar homologasi yang ditetapkan oleh Federasi Sepeda Motor Internasional (FIM).
Direktur Operasional ITDC, Troy Reza Warokka, menyampaikan bahwa pembenahan tidak hanya berfokus pada lintasan utama, melainkan juga pada seluruh bangunan dan fasilitas penunjang.
“Kami merapikan seluruh area pendukung mulai dari VIP Deluxe, Royal Box, hingga 360 Dome. Tahun ini kami juga menambah fasilitas permanen seperti common garage dan storage untuk memperkuat ekosistem otomotif di kawasan ini,” kata Troy.
Guna mengantisipasi risiko kebakaran akibat cuaca panas ekstrem, sirkuit kini dilengkapi dengan sistem pemadam kebakaran (fire pump) modern yang didatangkan langsung dari Australia.
Sistem ini terhubung ke 23 titik hidran dengan kapasitas pasokan air mencapai 300 meter kubik. Kesiapan ini juga didukung oleh enam unit armada pemadam kebakaran serta kolaborasi ketat bersama Dinas Pemadam Kebakaran Lombok Tengah, TNI, Polri, dan BMKG.
Mengenai kedatangan logistik dan pembalap, logistik tim balap dilaporkan telah mulai berdatangan secara bertahap melalui kargo darat dan udara. Sementara itu, para pembalap dijadwalkan mulai tiba di Lombok secara bergelombang jelang akhir pekan balap.
Direktur Operasional Mandalika Grand Prix Association (MGPA ), Donny Mahardjono, menegaskan bahwa, pengecatan ulang lintasan (track painting) merupakan syarat wajib dari FIM untuk menunjang keamanan dan standar estetika ajang balap kelas dunia tersebut.
“Pengecatan cat lintasan sudah mencapai 70 persen, sedangkan kesiapan sirkuit secara umum sekitar 85 persen. Seluruh perangkat elektronik race juga sudah selesai dipasang secara menyeluruh,” ujar Doni.
Ia menambahkan, material cat yang digunakan menggunakan bahan khusus jenis water-based anti-slip sesuai regulasi FIM untuk memastikan daya cengkeram (grip) kendaraan tetap optimal. Mengenai desain, sirkuit tetap mempertahankan motif tenun khas Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Kami tidak mengubah motif. Motif khas Tenun Sasambo tetap kami pertahankan agar identitas budaya Lombok dan NTB terus terangkat ke panggung internasional,” jelasnya.
Selain pengecatan lintasan, pengelola juga membenahi area gravel dengan melakukan pengerukan dan penggemburan ulang hingga mencapai kedalaman minimal 25 sentimeter sesuai standar keamanan FIM.
