Rakor Final Rampung: NTB Matangkan Kesiapan Menjadi Tuan Rumah MotoGP Mandalika Lengkap dengan Terobosan Baru

  • Bagikan
Rakor Final Rampung: NTB Matangkan Kesiapan Menjadi Tuan Rumah MotoGP Mandalika Lengkap dengan Terobosan Baru
Rakor Final Rampung: NTB Matangkan Kesiapan Menjadi Tuan Rumah MotoGP Mandalika Lengkap dengan Terobosan Baru

LOMBOK TENGAH, radarntb.com — Rapat Koordinasi (Rakor) Final persiapan penyelenggaraan ajang balap dunia MotoGP di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika resmi dituntaskan, Kamis (7/9/2026). Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) bersama BUMN induk pariwisata InJourney, ITDC, dan MGPA menegaskan kesiapan penuh NTB dalam menyambut gelaran akbar tahunan tersebut.

Rakor final yang dihadiri langsung oleh Direktur Utama InJourney, Maya Watono, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal memfinalisasi seluruh rincian teknis mulai dari kesiapan infrastruktur sirkuit, konektivitas udara dan laut, pengaturan akomodasi, hingga pelibatan penuh sumber daya manusia (SDM) lokal.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi erat dengan kementerian, lembaga, serta maskapai penerbangan nasional dan internasional. Sebanyak 66 extra flights telah dikonfirmasi oleh maskapai ternama seperti Garuda Indonesia, Pelita Air, Citilink, AirAsia, dan maskapai lainnya.

“H-5 sebelum gelaran, penambahan penerbangan ini sudah mulai beroperasi. Sebagian besar menggunakan pesawat berbadan lebar (wide-body aircraft) untuk menampung lonjakan penumpang. Jika permintaan (demand) terus naik, jumlah ini akan kembali kita tambah,” ujar Maya Watono.

Selain penerbangan domestik, Pemprov NTB juga tengah mendorong rute penerbangan langsung (direct flight) internasional dari Australia dan Turki, serta pengoperasian moda transportasi alternatif seperti seaplane, kapal cepat (fast boat), dan penyeberangan ASDP/Pelni untuk mengurai kepadatan.

Penyelenggaraan MotoGP terbukti menjadi katalisator utama pertumbuhan ekonomi dan destinasi pariwisata NTB. Berdasarkan kajian bersama LPEM FEB UI, dampak ekonomi (economic impact) MotoGP Mandalika pada tahun sebelumnya mencapai angka Rp 4,8 hingga Rp 4,9 Triliun.

Dengan lonjakan target penonton hingga 145.000 orang serta terbukanya aksesibilitas yang lebih luas, perputaran ekonomi pada gelaran kali ini ditargetkan mampu melampaui angka Rp 5 Triliun.

“MotoGP ini bukan sekadar ajang balapan, melainkan katalis pembangunan destinasi. Pertumbuhan wisatawan asing ke Lombok meningkat sangat luar biasa year-on-year. Slogan kita ‘Mandalika Mendunia’ benar-benar kita wujudkan sebagai bentuk nation branding Indonesia,” terang Maya.

Salah satu poin evaluasi utama dari penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya adalah ketersediaan transportasi udara. Pada gelaran kali ini, InJourney dan Pemprov NTB bergerak cepat dengan mengonfirmasi penambahan penerbangan (extra flights) jauh hari sebelum event berlangsung.

“Secara umum kesimpulannya NTB sudah siap menjadi tuan rumah bersama InJourney untuk memastikan MotoGP dapat berlangsung dengan baik. Berbagai peningkatan (improvement) terus kita lakukan, mulai dari konektivitas, pengamanan, fasilitas, hingga inklusivitas pelibatan masyarakat yang semakin meningkat,” tegas Gubernur NTB dalam sesi konferensi pers usai rakor.

Menjawab pertanyaan wartawan mengenai lonjakan harga hotel dan penginapan, Gubernur NTB mengonfirmasi langkah strategis pemerintah daerah yang secara resmi mencabut aturan batas atas tarif akomodasi (pergub terkait).

Pencabutan ini dilakukan agar tarif akomodasi tidak dijadikan justifikasi oleh pihak ketiga (calo/broker) untuk menetapkan harga berlebihan (overpricing). Pemprov NTB menilai pada penyelenggaraan yang semakin matang ini, mekanisme pasar harus mulai berjalan secara normal wajar layaknya peak season di destinasi wisata dunia lainnya.

“Kita cabut supaya tidak dijadikan alasan untuk menaikkan harga tinggi-tinggi. Di edisi penyelenggaraan ini, kita harus mulai normal. Kenaikan saat peak season itu wajar, tapi jangan berlebihan. Mengenai praktek calo atau pihak ketiga yang mempermainkan harga, tim kami sedang mendalami dan menyiapkan langkah penataan,” jelas Gubernur.

Sementara itu, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB melaporkan bahwa tingkat hunian (okupansi) dari 1.500 hotel bintang dan non-bintang yang tersebar di Kota Mataram, Lombok Tengah, Lombok Barat, hingga Gili Trawangan kini telah mendekati 100 persen untuk periode hari puncak balapan.

Penyelenggaraan MotoGP kali ini dirasa kian spesial bagi masyarakat Indonesia. Tak sekadar menjadi penonton, Indonesia kini diwakili oleh pembalap muda berbakat yang tampil di ajang kelas dunia. Selain itu, program pengembangan pembinaan pembalap muda melalui ajang Moto4 juga resmi dimulai di Sirkuit Mandalika.

Di sisi lain, pemberdayaan SDM lokal telah mencapai kemandirian penuh. Jika pada tahun pertama penyelenggaraan seluruh operasional dan marshall didominasi oleh tenaga asing (Dorna/Spanyol/Italia), kini 100 persen kru dan marshall sirkuit merupakan pemuda-pemudi asli NTB.

Bahkan, kualitas dan reputasi marshall asal NTB kini telah diakui dunia internasional, di mana sejumlah marshall lokal dipercaya dan diundang untuk bertugas pada ajang balap internasional di Jepang, Australia, hingga Malaysia.

“Ini adalah kebanggaan luar biasa. SDM lokal kita tidak hanya sukses mengelola sirkuit sendiri, tetapi bakat dan keterampilan mereka sudah kita ekspor ke kancah internasional,” tutup Maya Watono penuh optimisme. (rntb/red)

  • Bagikan
Exit mobile version