Sebelas Warga Lombok Ditangkap Satresnarkoba Polresta Mataram

  • Bagikan
Sebelas Warga Lombok Ditangkap Satresnarkoba Polresta Mataram
Aksi Anggota Satresnarkoba Polresta Mataram saat menangkap 11 warga Lombok yang diduga terlibat narkoba, Senin (9/5/2022) - radarntb.com

MATARAM radarntb.com – Sebelas wrga Lombok ditangkap anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Mataram tepat di hari Lebaran Ketupat atau Lebaran Topat, Senin (9/5/2022).


Sebelas Warga Lombok tersebut, ditangkap anggota polsi dari Satresnarkoba Polresta Mataram di dua tempat yang berbeda.

Delapan orang diringkus di jln. TGH Faisal, lingkungan Gerung Apit Aiq, Kelurahan Mandalika berikutnya di wilayah lingkungan Lendang Lekong, Kelurahan Mandalika, kecamatan Sandubaya kota Mataram.

Sebelas Warga Lombok yang di tangkap polsi dari Satresnarkoba Polresta Mataram itu yakni masing-masing berinisial LW, (46) alamat Sandubaya, S (45) alamat Sandubaya, AJ (26) alamat Pagesangan timur,, M (58) alamat Gebang baru Pagesangan, MG (53) alamat Abiantubuh Cakranegara, F (40) alamat Sandubaya, AHA (19) alamat Desa Gontoran Kecamatan Lingsar, serta MJ (23) Desa Gontoran, kecamatan Lingsar, H (44) dan DA (24) yang merupakan keponakan serta seorang perempuan berinisial POV (31)

Awalnya petugas amankan 8 orang terduga pelaku narkoba ini di tangkap di jalan TGH Faisal, lingkungan Gerung Apit Aiq, Kelurahan Mandalika dengan terduga berinisial LW, S, AJ, M, MG, F, AHA dan MJ.

“Kesebelas terduga ditangkap di dua TKP yang berbeda namun masih dalam satu wilayah Kecamatan Sandubaya, kota Mataram,” kata Kasat Narkoba Polresta Mataram Kompol I Made Yogi Purusa Utama SE, SIK didampingi staf Humas Polresta Mataram kepada radarntb.com, Rabu (11/5/2022)

“Delapan orang terduga ditangkap saat penggerbekan di jln. TGH Faisal, lingkungan Gerung Apit Aiq, Kelurahan Mandalika,” jelas Yogi.

Dari hasil penggeledah badan dan tempat sekitar ditemukan narkoba yang diduga Sabu seberat 21 gram brotto yang kemudian diamankan bersama, alat komunikasi, perlengkapan konsumsi sabu serta jutaan rupiah uang tunai yang diduga hasil penjualan barang haram tersebut.

“Setelah kedelapan terduga diamankan dan hasil introgasi singkat, kami memperoleh imformasi sumber dari narkoba jenis sabu yang mereka peroleh tersebut,”jelas Yogi.

Mendapat informasi tersebut tim opsenal langsung memburu terduga berikutnya yang diduga bandar, di wilayah lingkungan Lendang Lekong, Kelurahan Mandalika, kecamatan Sandubaya kota Mataram.

“Namun ternyata orang yang dimaksud tidak berada di tempat, tiga orang yang berada di tempat itu yang merupakan keponakan, dan istri terduga (bandar narkoba) turut pula diamankan karena diduga mempunyai peran dalam proses jual beli narkoba (Sabu). Orangnya (bandar) tersebut sudah kami kantongi identitasnya dan dalam proses pencarian,”tegas Kasat berpagkat Kompol ini.

“Ketiga orang tersebut berinisial H (44) dan DA (24) yang merupakan keponakan serta seorang perempuan berinisial POV (31) berprofesi sebagai ibu rumah tangga, yang juga sebagai isteri dari Bandar yang saat ini sedang di cari,”jelasnya.

Berdasarkan hasil wawancara media ini dengan salah satu terduga LW saat sedang diperiksa oleh tim penyidik mengakui dirinya baru saja membeli sabu di seseorang. Diapun mengaku bisnis itu sudah lama di geluti. Sedangkan modalnya untuk membeli sabu diambil dari hasil untung jualannya menjual sprepart sepeda motor.

” Ya saya punya toko sparepart, tapi untung jualan saya putar dengan membeli sabu untuk dijual lagi, karena lumayan hasilnya,”jelas LW.

LW membenarkan beberapa dari mereka yang ditangkap itu adalah konsumen yang memesan sabu. Mereka memang pura-pura ingin membeli onderdil Sepeda motor tapi tujuannya beli sabu.

“Cara ini biasa dilakukan oleh pelanggan saya kalau mau beli barang itu (sabu), tidak diketahui oleh orang lain, hanya pelanggan aja yang tau,”Pungkasnya.

Terakhir kasat Narkoba Polresta Mataram menghimbau kepada masyarakat yang keluarganya kebetulan sedang ditahan karena kasus Narkoba, bila ada oknum yang atas namakan polisi atau apapun dan ingin membantu untuk membebaskan keluarganya dengan meminta bayaran, maka kami harap jangan di tanggapi karena itu dipastikan bohong.

Segera hubungi kami Sat resnarkoba polresta Mataram untuk mendapatkan informasi yang akurat.”tutupnya (mn*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.