Setetes Darah, Sejuta Harapan: Aksi Nyata Bhayangkari Lombok Utara Sambut Hari Bhayangkara ke-80

  • Bagikan
Setetes Darah, Sejuta Harapan: Aksi Nyata Bhayangkari Lombok Utara Sambut Hari Bhayangkara ke-80
Setetes Darah, Sejuta Harapan: Aksi Nyata Bhayangkari Lombok Utara Sambut Hari Bhayangkara ke-80

LOMBOK UTARA, radarntb.com — Menyambut momentum bersejarah Hari Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada 1 Juli 2026, Bhayangkari Cabang Lombok Utara kembali mengukir aksi nyata lewat kemanusiaan. Berkolaborasi dengan personel Polres Lombok Utara, mereka menggelar aksi donor darah massal di Unit Pelayanan Transfusi Darah (UPTD) RSUD Kabupaten Lombok Utara pada Kamis (18/6/2026).

Aksi ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan langkah konkret untuk menjaga ketersediaan stok darah di Lombok Utara sekaligus menjadi wadah deteksi dini kesehatan bagi para penegak hukum dan keluarganya.

Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny. Heny Agus Purwanta, menegaskan bahwa aksi donor darah ini merupakan program kemanusiaan yang terstruktur dan konsisten.

“Ini bukan aksi pertama kami. Sejak Januari 2025, Bhayangkari bersama Polri secara rutin turun langsung dalam berbagai momentum besar, mulai dari Hari Bhayangkara ke-79, Hari Kemerdekaan RI, HUT Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-73, HUT Polairud, hingga puncaknya hari ini menyambut Hari Bhayangkara ke-80,” ujar Ny. Heny Agus Purwanta.

Bagi Bhayangkari, setiap tetes darah yang disumbangkan adalah manifestasi dari rasa solidaritas dan harapan hidup baru bagi pasien yang sedang kritis di ruang perawatan.

Ada hal menarik dalam mekanisme donor darah kali ini. Selain misi sosial, kegiatan ini difungsikan sebagai sarana pemantauan kesehatan berkala bagi internal Polri.

Sebelum jarum donor disuntikkan, setiap peserta wajib melewati screening medis yang ketat oleh tim dokter RSUD. Pemeriksaan meliputi: Pengecekan tekanan darah (tensi) dan kadar Hemoglobin (Hb), wawancara riwayat kesehatan dan gaya hidup dan verifikasi ketat bebas dari penyalahgunaan narkoba.

“Melalui proses pra-donor ini, anggota bisa mendeteksi kondisi tubuh mereka sejak dini. Jika dalam pemeriksaan ditemukan indikasi penyakit menular atau kronis seperti HIV, Sifilis, hingga Tuberkulosis (TB), proses donor dihentikan dan personel akan diarahkan untuk penanganan medis lebih lanjut,” tambah Ny. Heny.

Ny. Heny mengajak seluruh keluarga besar Polres Lombok Utara menjadikan Hari Bhayangkara ke-80 sebagai refleksi untuk memperkuat pengabdian masyarakat—tidak hanya melalui penegakan hukum, tapi juga lewat pendekatan humanis.

“Setetes darah kita mungkin sederhana, tapi bagi mereka yang sedang berjuang di rumah sakit, itu adalah penyambung nyawa. Kami ingin memastikan seluruh personel di Lombok Utara tidak hanya siap bertugas menjaga kamtibmas, tapi juga berada dalam kondisi fisik yang prima dan sehat,” pungkasnya.

Melalui sinergi yang hangat antara Polri, Bhayangkari, dan RSUD Lombok Utara, aksi ini diharapkan mampu menginspirasi masyarakat luas untuk menumbuhkan gaya hidup sehat melalui donor darah secara berkala.

  • Bagikan
Exit mobile version