MANDALIKA, radarntb.com — PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Injourney Tourism Depelopment (ITDC) menghadirkan opsi akomodasi baru untuk menyambut gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026 di Sirkuit Mandalika. Pihak penyelenggara menyediakan fasilitas camping ground serta campervan guna memperluas daya tampung tempat menginap bagi para penonton.
Chairman MotoGP Indonesia 2026, Troy Reza Waroka, menjelaskan bahwa fasilitas campervan ini tidak hanya menawarkan tempat menginap statis, tetapi juga dirangkaikan dengan paket city tour ke sejumlah destinasi di Pulau Lombok.
“Fasilitas tur yang disiapkan oleh organizer ini dijadwalkan pada tanggal 8. Mengapa hanya tanggal 8? Karena tanggal 9, 10, dan 11 fokus untuk agenda balapan di sirkuit. Rute tur meliputi area Lombok, terutama Kota Mataram, hingga kawasan Rinjani,” ujar Troy, Jumat (4/9/2026).
Troy menegaskan bahwa konsep camping ground dan campervan ini merupakan satu-satunya bentuk akomodasi alternatif resmi yang disediakan di kawasan. Langkah ini diambil berdasarkan hasil kajian kebutuhan akomodasi yang dianggap paling memadai.
Selain akomodasi alternatif, kapasitas hunian di kawasan Mandalika secara keseluruhan terus menunjukkan pertumbuhan. Saat ini, ketersediaan kamar di kawasan Mandalika telah mencapai sekitar 3.500 kamar, mencakup hotel bintang tiga baru seperti Alkasaba, fasilitas Sade Social Club, vila, hingga homestay milik warga. Dengan rata-rata tingkat keterisian (okupansi) yang sudah menembus angka 80 persen, kapasitas tersebut diperkirakan mampu menampung minimal 7.000 penonton.
Di sisi lain, respons masyarakat terhadap penjualan tiket MotoGP 2026 dinilai sangat positif. Hingga saat ini, pergerakan penjualan tiket sudah mencapai 50 persen.
“Pergerakan tiket sejauh ini cukup bagus, sudah 50 persen. Ini menandakan respons penonton tahun ini terasa lebih baik dibandingkan tahun lalu,” kata Troy.
Melihat tren penjualan tiket yang positif serta dukungan infrastruktur yang kian matang, ITDC optimistis dampak ekonomi dari gelaran MotoGP Mandalika tahun ini akan mengalami peningkatan signifikan dibanding edisi sebelumnya.
“Pada 2024 dampak ekonominya tercatat Rp4,2 triliun, lalu meningkat menjadi Rp4,9 triliun pada 2025. Tahun ini insyaallah kita targetkan bisa menembus di atas Rp5 triliun. Gelaran ini terbukti memberikan dampak ekonomi nyata bagi NTB serta mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional,” terangnya.
Troy menambahkan bahwa keberhasilan ini tak lepas dari kuatnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta meningkatnya kepercayaan investor. Mengenai dukungan hosting fee serta kepastian kehadiran tamu VIP, pihak ITDC terus berkoordinasi secara berkala dengan Kemenko Perekonomian, Bappenas, Kemenpora, hingga Dorna Sports.
