Sinergi IMI NTB & MGPA: Garap Serius Ekosistem Balap, Tak Ada Lagi Tempat Bagi ‘Pembalap Liar’ Tanpa Klub

  • Bagikan
Sinergi IMI NTB & MGPA: Garap Serius Ekosistem Balap, Tak Ada Lagi Tempat Bagi 'Pembalap Liar' Tanpa Klub
Sinergi IMI NTB & MGPA: Garap Serius Ekosistem Balap, Tak Ada Lagi Tempat Bagi 'Pembalap Liar' Tanpa Klub

MATARAM, radarntb.com – Ikatan Motor Indonesia (IMI) Nusa Tenggara Barat (NTB) tancap gas melakukan pembenahan besar-besaran. Dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) yang digelar 18 April 2026, menegaskan komitmennya untuk mengubah wajah organisasi menjadi lebih profesional, administratif, dan terintegrasi dengan standar internasional.

Target utamanya jelas: merapikan administrasi dan memastikan setiap pembalap di NTB memiliki payung hukum yang jelas melalui klub resmi.

Ketua IMI NTB, Taufan Ardiansyah, menyoroti masih banyaknya pelaku balap yang berstatus privateer atau berdiri sendiri tanpa naungan klub. Kondisi ini dinilai menghambat sistem pembinaan atlet otomotif di daerah.

“Agenda utama kami adalah merapikan administrasi. Kita terlalu banyak privateer. Kami ingin menggabungkan mereka ke dalam klub-klub resmi agar struktur organisasi solid meningkat tajam,” tegas Taufan.

Selain penertiban administrasi, IMI NTB juga mulai memanaskan mesin menyambut Musyawarah Provinsi (Musprov) 2027 guna memastikan kesinambungan kepemimpinan yang progresif.

Langkah IMI NTB ini mendapat suntikan semangat dari Mandalika Grand Prix Association (MGPA). Hadir dalam Rakerprov tersebut, Manajer Track & Motorsport MGPA, Muhammad Awallutfi Andhika Putra, menyatakan bahwa mereka adalah mitra strategis sejak awal Sirkuit Mandalika berdiri.

“Kami berharap IMI NTB memperkuat divisi roda empat, mulai dari regulasi, pembinaan peserta, hingga kesiapan perangkat balap seperti steward,” ujarnya.

Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, turut memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah IMI NTB. Menurutnya, organisasi yang solid di tingkat daerah adalah kunci suksesnya event balap skala nasional maupun internasional di Sirkuit Mandalika.

“MGPA sangat mengapresiasi pembenahan administrasi ini. Ini adalah fondasi penting membangun ekosistem motorsport yang sehat. Kami ingin Mandalika tidak hanya jadi panggung dunia, tapi juga pusat pembinaan pembalap lokal agar bisa bersaing di kancah global,” kata Priandhi.

Kolaborasi erat mereka ini diharapkan menjadi jembatan bagi para pembalap lokal untuk naik kelas. Dengan tata kelola yang profesional, NTB diharapkan tidak hanya menyumbang sirkuit terbaik dunia, tetapi juga melahirkan talenta-talenta balap yang tertib administrasi dan berprestasi tinggi.

  • Bagikan
Exit mobile version