Sumarni: Rp 50.000 Untuk Nakes Honorer Loteng Itu Adalah Iuran

  • Bagikan
Sumarni: Rp 50.000 Untuk Nakes Honorer Loteng Itu Adalah Iuran
Sejumlah Nakes mengambil SK Bupati di Kantor Dinas Kesehatan Lombok Tengah. doc. radarntb.com

LOMBOK TENGAH radarntb.com – Ketua forum Pegawai Tidak Tetap (PTT) Nakes Lombok Tengah dan Kor.28 PKM Sumarni menjelaskan uang Rp 50.000 untuk Nakes honorer Loteng yang diminta saat pengambilan SK Bupati di Kantor Dinas Kesehatan Loteng beberapa waktu lalu adalah iuran yang sudah di sepakati forum.


“uang Rp 50.000 yang kami minta saat pengambilan SK Bupati di Kantor Dinas Kesehatan Loteng itu adalah iuran yang sudah di sepakati forum,” kata Sumarni kepada radatntb.com via telfon, Jumat (13/5/2022).

Dijelaskan, banyaknya kegiatan dan urusan forum menyebabkan timbulnya berbagi biaya, termasuk biaya saat mengurus SK Bupati untuk Nakes Honorer Loteng yang dijanjikan pemerintah.

“selain ATK, kita juga butuh biaya untuk Bopak balik ke Kantor Dinas Kesehatan dan lain sebagainya untuk mengurus SK ini,” kata Sumarni.

“Perjuangan mendapatkan honorer ini tidak mudah, kita harus bolak balik ke Dinas untuk mengurusnya, ini juga demi SK mereka,”

Alih-alih dapat pujian, Sumarni malah mendapat cibiran dari rekan Nakes yang lain, yang mempertanyakan dana Rp 50.000 saat pengambilan SK di Kantor Dinas Kesehatan oleh dirinya.

“Saya selaku ketua forum harus bolak-balik ke Dinas untuk memperjuangkan nasib mereka, malah saya dapat info tidak sedap terkait uang iuran forum sebanyak Rp 50.000 itu,” kata Sumarni.

“ini hanya kesalah pahaman saja atau mis komunikasi, Nakes honorer yang keberatan denga uang Rp 50.000 itu mungkin tidak tau bahwa ada kesepakatan iuran forum,” tambahnya.

Selebihnya dia menyampaikan permohonan maaf kepada Dinas Kesehatan Lombok Tengah atas peristiwa tersebut.

Dia juga ucapkan terimakasih kepada pemerintah Kabupaten Lombok Tengah wabil khusus Bupati, atas SK yang telah diterbitkan untuk Pegawai Nakes Honorer Loteng.

“atas nama ketua Forum PTT dan Kor.28 PKM kami ucapkan terimakasih kepada Bupati Lombok Tengah yang telah mengakui pengabdian kami para tenaga kesehatan dan non kesehatan sebagai penunjang pelayanan kesehatan di Dinkes Kabupaten Loteng,” ucapnya.

“dan kami sampaikan permohonan maaf serta ucapkan terimakasih juga kepada bapak kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah beserta jajarannya, yang telah banyak membantu kami dalam memproses tuntutan kami untuk mendapatkan SK Bupati,” pungkasnya.(mn*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.