LABUAN BAJO, radarntb.com — Bencana alam yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) memantik aksi tanggap darurat dari holding BUMN aviasi dan pariwisata nasional, InJourney Group. Melalui koordinasi ketat bersama ekosistem BUMN, InJourney mengalirkan bantuan logistik secara masif guna memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak.
Bantuan disalurkan bertahap berdasarkan assessment kebutuhan di lapangan. Fokus penanganan meliputi empat sektor utama: pangan dan air bersih, kesehatan, logistik tanggap darurat, serta perlindungan kelompok rentan.
Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman, menegaskan pentingnya kecepatan dan ketepatan respons pada masa kritis tanggap darurat.
“Semangat memberikan manfaat ini kami bawa saat saudara-saudara kita di NTT menghadapi musibah. Begitu kebutuhan teridentifikasi, kami langsung menggerakkan sumber daya InJourney Group secara bertahap, mulai dari pangan, layanan kesehatan, hingga perlengkapan kelompok rentan,” kata Herdy.
Berdasarkan pendataan lapangan, InJourney telah memobilisasi bantuan dalam jumlah besar, di antaranya:
-
Pangan & Air Bersih: 7.950 kg beras, 69.740 liter air minum, 378 dus mi instan, 96 dus susu UHT, serta sembako pendukung seperti gula, minyak goreng, sarden, biskuit, sereal, kopi, dan teh.
-
Kelompok Rentan & Sanitasi: 865 kemasan popok bayi, 80 bungkus makanan bayi, dan 1.300 paket hygiene kit (perlengkapan mandi).
-
Kesehatan & Tempat Tinggal: Paket obat-obatan dasar (paracetamol, obat pencernaan, vitamin, antiseptik, minyak kayu putih), 10 terpal, 10 kasur, 50 bantal, dan 263 selimut.
Penyaluran menyasar langsung titik-titik pengungsian mandiri, seperti di Dusun Leda, Desa Pangga (Kolang) untuk 23 KK yang rumahnya rusak parah, serta Desa Golo Mori untuk 12 warga terdampak.
Guna memastikan distribusi berjalan cepat, InJourney Airports Cabang Bandara El Tari Kupang dan relawan Port Maumere berkolaborasi dengan PELNI menggratiskan angkutan laut dari Pelabuhan Kupang menuju Pelabuhan Maumere. Jalur udara juga dimaksimalkan melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.
Di lapangan, penanganan dikoordinasikan oleh InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) selaku PIC wilayah NTT, bekerja sama dengan Satgas BUMN Peduli (BRI) dan Posko Bencana Labuan Bajo.
“Kami tidak ingin bantuan berjalan sendiri-sendiri. Koordinasi dan gotong royong adalah kunci agar respons cepat, tepat sasaran, dan tidak tumpang tindih,” jelas Direktur Operasional ITDC, Troy Warokka, usai mensurvei kawasan Ring 1 Golo Mori, Manggarai Barat.
Tak berhenti di internal BUMN, InJourney juga menggandeng masyarakat luas. Momentum panggung kesenian HUT ke-81 RI di Sarinah pada 17 Agustus 2026 dimanfaatkan untuk membuka dompet donasi bersama BRI.
“Sekecil apa pun dukungan, jika dilakukan bersama-sama, akan memberikan manfaat besar bagi saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah,” tutup Herdy.
