TGH Usman Najamuddin Meninggal Dunia

  • Bagikan
TGH Usman Najamuddin Meninggal Dunia
TGH Usman Najamuddin Meninggal Dunia - doc. radarntb.com

LOMBOK TENGAH radarntb.com – Tuan Guru Haji (TGH) Usman Najamuddin meninggal dunia (Wafat /red), ribuan jamaah banjiri acara pemakamannya, pada hari Jumat (13/5/2022).


TGH Usman Najamudin adalah salah satu Ulama di Lombok, namanya dikenal warga sebagai tokoh Agama yang dihormati masyarakat, berkat keilmuan dan keimanannya.

TGH Usman Najamuddin merupakan pembina yang juga anak dari Tuan Guru Haji Muhammad Najmuddin Makmun pendiri Pondok Pesantren Darul Muhajirin Praya, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

TGH Usman Najamudin Meninggal dunia pada hari Kamis (Malam Jumat) pukul 19.10 Wita, 12 Mei 2022 di Rumah Sakit (RS) Risa Mataram.

Sebelum dikebumikan, almarhum lebih dulu di sholatkan di Musholla Darul Muhajirin Praya Jumat 13/5/22 pukul 09.00 – 11.30 wita, kemudian di bawa ke Masjid Agung Praya Lombok Tengah.

Usai di sholatkan, jenazah TGH Usman Najamuddin di bawa ke Pemakaman Umum Leneng Duah Praya Lombok Tengah sekitar pukul 14.00 wita.

Ribuan jamaah menghantarkan almarhum menuju peristirahatan terakhirnya, tak terkecuali dari berbagai kalangan, seperti Anggota DPD RI H. Lalu Suhaimi Ismi, Anggota DPRD Provinsi H. Ruslan Turmuzi, Ulama, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda dari berbagai wilayah Pulau Lombok.

Ucapan belasungkawa datang dari berbagai pihak salah satunya Ruslan Turmuzi, dia mengatakan almarhum TGH. Usman Najamuddin adalah orang baik.

“Jadi beliau inikan lahir di Kampung Serengat persis didepan rumah saya, jadi saya tahu kecilnya hingga sampai hari ini dan beliau itu adalah orang baik,” ceritanya.

Ruslan menambahkan, waktu almarhum berada disitu (RS Risa) di ruang ICU sampai Tuan Guru meninggal ia disana.

“Waktu Tuan Guru meninggal dunia saya di Rumah Sakit (Risa), sampai kita memulangkan jenazahnya dan mengantarkannya ke rumah duka,” kata DPRD Provinsi 5 Periode.

Sementara Anggota DPD RI H. Lalu Suhaimi Ismi mengatakan sangat merasa kehilangan figur yang begitu sabar, tapi melihat masyarakat seperti ini tumpah ruah mengantarkan kepergiannya ini bertanda InsyaAllah husnul khotimah.

“Kami telah kehilangan figur yang begitu sabar, semoga akan ada tokoh pengganti beliau yang sabar, tawaduk, dan tekun tidak membedakan siapa-siapa baik organisasi, golongan dan juga yang lainnya,” harap Suhaimi.

Sedangkan Ust. M. Bajuri Najamuddin adik dari almarhum seusai pemakaman mengundang semua jamaah untuk bisa hadir zikrullah setiap malam selama 9 malam berturut-turut.

“Saya dari pihak keluarga berharap kepada jamaah yang mempunyai keluangan waktu untuk dapat menghadiri zikrullah di musholla Pondok Pesantren Darul Muhajirin Praya,” katanya.(Juli*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.