Banner Iklan Aruna

Situs Budaya Berduka: Bale Beleq Timuk Orong Bayan Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp1,1 Miliar

  • Bagikan
Situs Budaya Berduka: Bale Beleq Timuk Orong Bayan Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp1,1 Miliar
Situs Budaya Berduka: Bale Beleq Timuk Orong Bayan Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp1,1 Miliar

LOMBOK UTARA, radarntb.com – Kabar duka menyelimuti kawasan adat Desa Bayan. Bangunan bersejarah Bale Beleq Timuk Orong beserta satu unit rumah warga di Dusun Bayan Timur, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, ludes dilalap si jago merah pada Kamis (19/02/2026) siang sekitar pukul 13.00 WITA.

Peristiwa ini menjadi pukulan berat bagi masyarakat adat setempat, mengingat Bale Beleq merupakan simbol penting dalam tatanan budaya di wilayah Bayan.

Kejadian bermula saat Penghulu Adat Timuk Orong, R. Kertamono (68), yang sedang berada di area berugak kampu, dikejutkan oleh gumpalan asap tebal. Saat mendongak, ia melihat kobaran api sudah mulai melahap bagian atap Bale Beleq yang terbuat dari material alami yang mudah terbakar.

Sontak, teriakan minta tolong memecah kesunyian siang itu. Warga sekitar berhamburan keluar membawa peralatan seadanya untuk memadamkan api. Namun, takdir berkata lain. Angin kencang yang bertiup ke arah timur membuat api kian beringas.

“Api cepat sekali membesar dan merembet hingga menghanguskan rumah milik Raden Saparwadi (50) yang berada tepat di sebelah selatan bangunan adat,” ungkap sumber di lokasi kejadian.

Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kecamatan Bayan tiba di lokasi sekitar pukul 14.00 WITA. Meski sempat terkendala akses jalan yang sempit menuju titik api, petugas pantang menyerah.

Bahu-membahu dengan personel Polsek Bayan dan semangat gotong royong masyarakat setempat, proses pemadaman berlangsung dramatis. Setelah berjibaku selama dua jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 15.00 WITA.

Kapolres Lombok Utara, AKBP Agus Purwanta, S.I.K., melalui Kapolsek Bayan, IPTU I Wayan Ciptanaya, S.H., M.I.Kom., memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.

“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Kami bersama warga dan petugas Damkar bergerak cepat melakukan evakuasi dan pengamanan di lokasi,” ujar IPTU Wayan Ciptanaya.

Berdasarkan hasil olah TKP awal, polisi menduga kebakaran dipicu oleh hubungan arus pendek atau korsleting listrik. Meski demikian, penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan.

Akibat musibah ini, kerugian materiil ditaksir sangat besar:

  • Bale Beleq Timuk Orong: Kerugian diperkirakan mencapai Rp800 juta (termasuk benda-benda adat di dalamnya).

  • Rumah Raden Saparwadi: Kerugian ditaksir sekitar Rp350 juta.

  • Total Kerugian: Mencapai Rp1,15 Miliar.

Meski menyisakan puing-puing abu, peristiwa ini memperlihatkan kuatnya solidaritas masyarakat Bayan. Aparat kepolisian mengapresiasi kesigapan warga yang tetap tenang dan kooperatif dalam membantu petugas di lapangan sehingga situasi tetap kondusif.

Saat ini, lokasi kebakaran telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan lebih mendalam.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *