Banner Iklan Aruna

SDM Indonesia Kuasai Panggung Asia: Eddy Saputra dan Awallutfi Andhika Dipercaya FIM Pimpin ARRC 2026

  • Bagikan
SDM Indonesia Kuasai Panggung Asia: Eddy Saputra dan Awallutfi Andhika Dipercaya FIM Pimpin ARRC 2026
SDM Indonesia Kuasai Panggung Asia: Eddy Saputra dan Awallutfi Andhika Dipercaya FIM Pimpin ARRC 2026

SEPANG, MALAYSIA, radarntb.com – Dunia motorsport Indonesia kembali mencatatkan tinta emas di level internasional. Dua punggawa Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Eddy Saputra dan Muhammad Awallutfi Andhika Putra, resmi dipercaya oleh Federasi Olahraga Sepeda Motor Internasional (FIM) untuk mengemban peran krusial dalam kejuaraan paling bergengsi di benua kuning, FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) musim 2026.

Penunjukan ini bukan sekadar pencapaian personal, melainkan bukti nyata bahwa kualitas sumber daya manusia Indonesia kini telah diakui dan mendapat tempat terhormat dalam sistem manajemen balap dunia.

Eddy Saputra, yang dikenal luas sebagai Board of Advisor MGPA sekaligus promotor Pertamina Mandalika Racing Series, kini memegang mandat sebagai Race Director permanen FIM ARRC 2026.

Posisi ini menempatkannya sebagai penguasa tertinggi di ruang Race Control, sebuah peran vital yang menuntut ketegasan, ketelitian, dan keberanian dalam mengambil keputusan di tengah situasi balap yang penuh dinamika.

Sebagai pemegang Super Licence FIM, Eddy bertanggung jawab penuh mulai dari menentukan dimulainya sesi, menangani insiden di lintasan, hingga memastikan kredibilitas kejuaraan tetap terjaga dengan memperlakukan tim besar maupun tim independen secara adil sesuai regulasi ketat FIM.

Dalam menjalankan tugasnya, Eddy Saputra menjelaskan bahwa seorang Race Director tidak bekerja sendirian, melainkan berkolaborasi dalam struktur Race Direction yang terdiri dari tiga orang, termasuk berkoordinasi dengan safety officer dan perwakilan promotor.

Tugas utama mereka adalah mengelola insiden untuk menentukan apakah suatu kejadian murni kecelakaan balap atau pelanggaran yang memerlukan penalti, mulai dari long lap penalty hingga diskualifikasi.

Fokus utamanya adalah menjaga fairness dan integritas, sehingga ARRC dapat terus menjadi ajang yang inspiratif bagi para pembalap muda di seluruh Asia.

Sejalan dengan itu, gerbong generasi muda MGPA juga menunjukkan taringnya melalui Muhammad Awallutfi Andhika Putra yang dipercaya sebagai International Jury Member.

Pria yang menjabat sebagai Track, Race Electronic, and Motorsport Manager MGPA ini mengemban tugas sebagai pengawas sekaligus pengambil keputusan tertinggi dalam aspek yudisial balapan.

Penunjukan Dhika, sapaan akrabnya, mencerminkan kebijakan Jury President FIM yang mulai merangkul figur muda berlisensi tinggi untuk menghadirkan perspektif segar namun tetap menjunjung profesionalisme dalam memantau setiap protes dari tim serta pelanggaran teknis yang terjadi di lapangan.

Awallutfi memaparkan bahwa tugasnya sebagai Juri Internasional pada seri pembuka di Sepang adalah memastikan seluruh aturan dalam buku peraturan FIM diterapkan secara konsisten, termasuk implementasi regulasi baru yang mulai diberlakukan tahun ini.

Dengan pengalaman teknisnya mengelola sistem elektronik di Sirkuit Mandalika, ia memiliki pemahaman menyeluruh yang menjadi landasan kuat dalam forum juri.

Di sana, setiap situasi kompleks akan dibahas secara kolektif dan independen untuk memastikan bahwa setiap kompetisi berlangsung tertib, adil, dan sesuai dengan standar internasional tertinggi.

Menanggapi prestasi ini, Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, mengungkapkan rasa bangganya atas kepercayaan yang diberikan oleh badan tertinggi balap motor dunia tersebut.

Menurutnya, hal ini mencerminkan bahwa Indonesia kini bukan lagi sekadar tuan rumah yang menyediakan sirkuit indah, melainkan telah bertransformasi menjadi bagian dari pusat kendali kompetisi internasional.

Kehadiran Eddy Saputra dan Awallutfi dalam struktur ARRC membuktikan bahwa investasi panjang MGPA dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia telah membuahkan hasil nyata yang diakui secara global.

Priandhi menutup dengan menegaskan bahwa kombinasi antara pengalaman senior dan energi generasi muda di tubuh MGPA menjadi kunci dalam membangun reputasi Indonesia di kancah internasional.

Kepercayaan dari pihak promotor dan FIM ini sekaligus menunjukkan bahwa bangsa Indonesia mampu menghadirkan tenaga profesional yang berintegritas tinggi dalam menjaga standar keselamatan dan kualitas balap internasional.

Ke depan, kontribusi personel MGPA diharapkan akan terus memberikan dampak positif bagi kemajuan ekosistem motorsport nasional maupun regional di tahun-tahun mendatang. (Radar NTB/Red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *