LEMBAR, radarntb.com — Lonjakan gelombang penonton dan komunitas otomotif dari Pulau Jawa menuju Lombok kian tak terbendung jelang gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) Mandalika 2026. PT Dharma Lautan Utama (DLU) mencatat tingkat keterisian (occupancy rate) armada penyeberangan rute Surabaya–Lombok sudah mendekati 90 hingga 100 persen.
Kepastian tersebut diperoleh usai Direktur Operasional ITDC sekaligus Chairman MotoGP Mandalika 2026, Troy Reza Waroka, bersama Manager Cabang PT DLU Lembar, Firman Dandi, menggelar simulasi pelayanan penonton dan pengecekan armada kapal di Pelabuhan Lembar, Selasa (6/9/2026).
Manager Cabang PT DLU Lembar, Firman Dandi, mengungkapkan peningkatan volume penumpang sudah terasa sejak sepekan sebelum balapan dimulai.
“Pemesanan tiket penumpang maupun kendaraan saat ini sudah mendekati 90 sampai 100 persen. Ada lonjakan sekitar 25 persen dibandingkan hari operasional biasa. Pergerakan rombongan touring dan komunitas otomotif dari Jawa sudah mulai mengalir deras sejak H-5 hingga H-3,” terang Firman.
Meskipun permintaan melonjak tajam (high season), DLU berkomitmen tidak akan menaikkan tarif penyeberangan. Seluruh harga tiket tetap mengacu pada tarif resmi reguler tanpa ada tambahan biaya khusus periode MotoGP.
Untuk mengantisipasi tingginya antusiasme tersebut, DLU mengoperasikan dua kapal secara rutin setiap hari dengan jadwal keberangkatan serentak pukul 11.00 WITA/WIB dari Pelabuhan Surabaya maupun Pelabuhan Lembar (Lembar Sejahtera dan Gili Mas).
-
KM Kirana 7: Kapasitas 471 penumpang dan 62 kendaraan campuran.
-
Kapal Utama DLU: Kapasitas 550 penumpang dan 84 kendaraan campuran.
Chairman MotoGP Mandalika 2026, Troy Reza Waroka, menilai tingginya okupansi kapal laut menjadi bukti bahwa akses penyeberangan menjadi jalur favorit yang terjangkau bagi para pencinta otomotif.













