Banner Iklan Aruna

Mandalika Ramai, Pemprov NTB dan BPS Gandeng Tangan Ukur Dampak Ekonomi MotoGP 2026

  • Bagikan
Mandalika Ramai, Pemprov NTB dan BPS Gandeng Tangan Ukur Dampak Ekonomi MotoGP 2026
Mandalika Ramai, Pemprov NTB dan BPS Gandeng Tangan Ukur Dampak Ekonomi MotoGP 2026

MANDALIKA, radarntb.com — Mandalika ramai, arus lalu lintas dan pergerakan wisatawan pada hari pertama rangkaian ajang MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika terpantau lancar dan terkendali. Meski mengalami peningkatan volume kendaraan dibanding hari biasa, kondisi lalu lintas masih berjalan kondusif. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, saat menghadiri Grand Opening Mandalika Street Food Festival 2 di Bazar Mandalika, Jumat (9/9/2026).

“Dari pagi sampai sore ini lalu lintas masih lancar dan terkendali. Walau pergerakan kendaraan lebih besar dari hari biasa, kepolisian masih bisa mengantisipasi dengan baik. Namun untuk besok dan lusa, kemungkinan pergerakan penonton akan jauh lebih besar sehingga semua persiapan terus dimaksimalkan,” ujar Ahsanul Khalik.

Antusiasme pengunjung pada hari pertama tak hanya terlihat dari lalu lalang kendaraan, tetapi juga dari geliat transaksi produk UMKM di sekitar kawasan sirkuit.

Menurut Ahsanul, lapak-lapak yang menjual suvenir khas dan merchandise pebalap dunia menjadi sasaran utama para pengunjung, ini yang membuat Mandalika ramai di hari pertama MotoGP.

“Hari ini UMKM kita yang banyak diserbu itu merchandise Marc Marquez sama Marco Bezzecchi (Pegas). Banyak masyarakat yang datang hari ini memanfaatkan waktu untuk melihat situasi dan berbelanja sebelum fokus menikmati balapan di hari Sabtu dan Minggu,” jelasnya.

Ia menambahkan, lebih dari 500 UMKM tercatat telah terkurasi dan menempati area dalam sirkuit berdasarkan data gabungan dari Dinas Perindustrian, Dinas Perdagangan, Dinas Koperasi, serta Dinas Pariwisata NTB.

Untuk memastikan sejauh mana perhelatan kelas dunia ini memberikan kontribusi nyata bagi daerah, Pemerintah Provinsi NTB mendampingi Badan Pusat Statistik (BPS) RI yang turun langsung melakukan survei komprehensif.

Ahsanul mengungkapkan, BPS RI menurunkan tim penuh yang dipimpin langsung oleh Deputi, Direktur, hingga tim statistik dari Jakarta.

“BPS akan melihat secara menyeluruh dampak ekonomi MotoGP, baik pra-event, saat acara, hingga pasca-event. Mereka akan mengukur pergerakan wisatawan dari jalur darat, laut, dan udara, hingga distribusi ekonomi untuk UMKM lokal maupun nasional,” terangnya.

Survei tersebut juga ditujukan untuk menjaring aspirasi serta pemetaan terkait ketersediaan sarana dan prasarana pendukung MotoGP di Nusa Tenggara Barat.

Geliat ekonomi tak hanya dirasakan di area sirkuit. Tingkat hunian (occupancy rate) hotel di berbagai wilayah di Lombok dilaporkan mengalami lonjakan signifikan dibanding penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya.

“Dua hari lalu, okupansi hotel di Lombok Timur sudah mencapai 55 persen. Sementara di kawasan Senggigi dilaporkan sudah penuh (100%), dan di Kota Mataram telah menembus 97 persen. Ini angka yang luar biasa dan diprediksi terus meningkat seiring kedatangan puncak penonton,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *