Desa Ropang, Kabupaten Sumbawa, terperangkap dalam ironi: potensi kemiri yang melimpah namun tidak sejalan dengan kesejahteraan masyarakat. Kemiri hanya dihargai sebagai komoditas mentah dengan nilai jual yang sangat rendah.
Di sisi lain, desa menghadapi tantangan serius berupa eksodus pemuda yang memilih pekerjaan instan atau merantau, menyebabkan sektor pertanian kehilangan tenaga inovatif.
Di tengah dilema inilah, Tim Mahasiswa Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) Program Merdeka (Promer) Ropang hadir. Mereka membawa misi revolusioner yang diselaraskan dengan program strategis Kosa Bangsa 2025: menciptakan sumber pendapatan baru dari kemiri dan membangun ketahanan pangan mandiri dari pekarangan rumah.
Karena kendala minimnya keterlibatan pemuda desa, Mahasiswa UTS secara strategis memilih Ibu-Ibu Rumah Tangga (PKK) dan Kelompok Tani Ternak sebagai mitra utama mereka. Mahasiswa melihat bahwa kelompok inilah yang paling siap menyerap dan menerapkan inovasi demi stabilitas ekonomi keluarga.
Dengan bimbingan langsung dari Program Kosa Bangsa 2025, aksi nyata Mahasiswa UTS dimulai dengan pelatihan pengolahan lanjutan kemiri. Inilah peran utama mahasiswa: mentransfer ilmu dan teknologi pengolahan dari kampus ke desa.
Mahasiswa tidak hanya mendampingi, tetapi memfasilitasi proses hilirisasi kemiri, mengubahnya menjadi produk bernilai jual tinggi. Harga jual produk olahan yang dikemas apik—seperti minyak kemiri dan arang briket—jauh lebih tinggi dibandingkan kemiri mentah. Aksi ini memberikan pemasukan pasti dan menciptakan aktivitas ekonomi yang dapat dilakukan tanpa meninggalkan rumah.
Mahasiswa Promer UTS berperan sebagai jembatan antara potensi desa dan dukungan eksternal, membuka jalan bagi produk lokal Ropang menuju standar kualitas ekspor.
Aksi mahasiswa memuncak pada tanggal 26 November 2025 dengan digelarnya Pariri Miri Fest. Acara ini merupakan inisiatif mahasiswa untuk memperkenalkan produk lokal Ropang kepada masyarakat luas, membangun citra positif desa sebagai penghasil produk turunan kemiri berkualitas.
Bertepatan dengan hari itu, Pusat Pengolahan Kemiri Kecamatan Ropang resmi didirikan. Peresmian ini dilakukan oleh Bapak Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Muhammad Ansori, dan mendapat dukungan besar dari PT Sumbawa Juta Raya (SJR).
Dalam sambutannya, Wabup Ansori memuji aksi ini: “Dengan peresmian workshop pengolahan kemiri, Kecamatan Ropang dapat lebih maju dan produknya lebih meningkat, serta mampu menyejahterakan masyarakat,” katnya.
Ia mengakui bahwa keberanian mahasiswa UTS telah memicu kesadaran bahwa Ropang memiliki kapasitas untuk produksi langsung, bukan hanya penanaman.
Selain fokus ekonomi kemiri, Mahasiswa UTS melancarkan program kedua sebagai “jaring pengaman” gizi dan finansial: hortikultura berbasis pekarangan rumah.
Mahasiswa turun langsung mengedukasi masyarakat, khususnya ibu-ibu, untuk memanfaatkan lahan pekarangan sekecil apa pun untuk menanam komoditas harian (cabai, tomat, sayuran).
Program yang dijalankan Mahasiswa UTS meliputi pelatihan, workshop, serta pembimbingan dalam pembuatan pupuk organik yang akan digunakan untuk tanaman hortikultura.
Ibu Nurmawan, salah satu Ibu PKK, menyampaikan antusiasmenya: “Dengan adanya dukungan positif dari adik-adik Program Merdeka dan Program Kosa Bangsa ini, kami merasa sangat terbantu. Harapannya, kami dapat terus dibimbing agar program ini terus berlanjut,”kata Ibu Nur.
Kehadiran Mahasiswa UTS telah menghasilkan dampak nyata: Pusat Pengolahan Kemiri kini menjadi prioritas pemerintah. Inisiatif mahasiswa ini diharapkan dapat menarik kembali tenaga-tenaga muda dan kreatif ke desa dan membentuk kesadaran masyarakat terkait pentingnya ketahanan pangan yang mandiri.
Sebagai mahasiswa yang terlibat penuh dalam program berdampak ini, besar harapan kami agar aksi ini di masa depan dapat menjadi tonggak penting dalam pembangunan ekonomi hijau di Desa Ropang yang berkelanjutan, membuktikan bahwa sinergi antara kampus dan desa adalah kunci revitalisasi potensi daerah.
Dipersembahkan Oleh : Gilang Mahendra, Humas Promer UTS/KKN Desa Ropang Sumbawa dan kawan-kawan.




