MANDALIKA, radarntb.com — Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika membuktikan diri sebagai pusat multi-event yang mampu menggerakkan roda ekonomi dan membuka lapangan kerja secara signifikan untuk warga lokal.
Melalui berbagai acara yang beragam, mulai dari otomotif, lari massal, hingga balap motor, sirkuit ini telah menjadi salah satu sumber lapangan kerja bagi warga lokal.
Kehadiran beragam event di Mandalika sepanjang September 2025 menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi di Nusa Tenggara Barat.
Dengan datangnya ribuan wisatawan, baik domestik maupun internasional, terjadi peningkatan permintaan pada sektor pendukung, sperti:
Sektor Jasa dan Pariwisata: Para wisatawan membutuhkan akomodasi, makanan, transportasi, dan layanan lainnya. Hal ini secara langsung meningkatkan kebutuhan akan tenaga kerja di sektor perhotelan, restoran, sewa kendaraan, dan kuliner lokal.
Penyelenggara Acara: Setiap event membutuhkan tim besar untuk operasionalnya. Ribuan tenaga volunteer dan marshal direkrut dari putra-putri daerah NTB.
Ini bukan hanya terjadi pada acara besar seperti MotoGP, tetapi juga pada event-event bulanan yang diselenggarakan secara rutin.
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria, menegaskan bahwa keragaman acara ini adalah bukti nyata komitmen Mandalika untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Mandalika bukan hanya sirkuit, melainkan pusat pertumbuhan ekonomi kreatif dan sport tourism di Indonesia,” ujarnya, Kamis (4/9/2025).
Berikut adalah bagaimana setiap event yang menciptakan peluang kerja di Sirkuit Mandalika:
- Mini Jaksel (5-6 September 2025): Acara otomotif ini menciptakan peluang kerja bagi event organizer, vendor bazar kuliner, dan seniman lokal yang terlibat dalam pertunjukan musik.
- Pocari Sweat Run Lombok (12-14 September 2025): Ribuan peserta yang hadir akan menginap di hotel, makan di restoran, dan menggunakan jasa transportasi lokal. Ini menjadi sumber pendapatan dan lapangan kerja bagi staf hotel, pemilik UMKM, hingga pengemudi.
- Mandalika Racing Series (19-21 September 2025): Sebagai ajang balap profesional, kompetisi ini tidak hanya menjadi wadah bagi pembalap, tetapi juga membuka peluang kerja bagi tenaga teknis, kru sirkuit, dan tim keamanan.
Melalui kolaborasi antara MGPA dan masyarakat sekitar, Mandalika telah membuktikan bahwa setiap event yang digelar tidak hanya memberikan pengalaman terbaik bagi pengunjung, tetapi juga berdampak positif dan berkelanjutan bagi ekonomi lokal.
Dengan demikian, Mandalika kini semakin memantapkan diri sebagai destinasi sport tourism yang tidak hanya memukau, tetapi juga menyejahterakan.
“Kami di MGPA ingin memastikan bahwa setiap event yang digelar tidak hanya memberikan pengalaman terbaik bagi peserta dan penonton, tetapi juga berdampak positif bagi ekonomi lokal. Mandalika bukan hanya sirkuit, melainkan pusat pertumbuhan ekonomi kreatif dan sport tourism di Indonesia,” pungkasnya.
