Bapelkes Mataram dan Dinkes Mataram Fasilitasi Pelatihan Tuberculosis Bagi Nakes FKTP

  • Bagikan
Bapelkes Mataram dan Dinkes Mataram Fasilitasi Pelatihan Tuberculosis Bagi Nakes FKTP
Bapelkes Mataram dan Dinkes Mataram Fasilitasi Pelatihan Tuberculosis Bagi Nakes FKTP

MATARAM radarntb.com – Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Mataram Kemenkes RI dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram fasilitasi pelatihan penanggulangan Tuberculosis (TB) bagi Tenaga Kesehatan di FKTP.

Puluhan tenaga kesehatan (Nakes) dari sejumlah Puskesmas atau Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Kota Mataram turut ambil bagian dalam pelatihan itu.

Pelatihan tersebut berlangsung selama 4 hari di Hotel Lombok Plaza Kota Mataram, NTB, mulai hari Senin 23 sampai dengan 26 Oktober 2023.

Pelatihan ini diikuti oleh 22 orang peserta yang terdiri dari Dokter dan Perawat pada beberapa Puskesmas ata FKTP di Kota Mataram.

Pelatihan tersebut terselenggara atas kerjasama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram dengan Bapelkes Mataram Kemenkes RI.

Kepal Balai Pelatihan Kesehtan (Bapelkes) Mataram Kemenkes RI Ali Wardana menjelaskan, pelatihan penanggulangan Tuberculosis ini penting dilaksanakan.

Tuberkulosis atau TB ini, kata Ali, masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang menjadi tantangan global.

Saat ini peringkat Indonesia telah turun menjadi menjadi posisi ke-2 diantara negara dengan beban TB tertinggi di dunia.

Komponen sumber daya manusia (SDM) dalam mendukung pelaksanaan kegiatan Program Penanggulangan TB harus dipenuhi sesuai standar minimal yang telah ditentukan pemerintah.

Kapasitas teknis dan manajemen perlu diperkuat dengan pendekatan yang sistematis untuk pengembangan sumber daya manusia ini.

“dalam rangka meningkatkan mutu, profesionalisme dan kompetensi tenaga kesehatan diperlukan berbagai upaya, diantaranya melalui pendidikan dan pelatihan,” jelas Ali.

Dijelaskan, pelatihan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan mutu Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan baik di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) atau lainnya.

Pelatihan SDM TB, harus mengacu pada Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan P2 TB, yang mana didalamnya terdapat standar pelatihan seperti Kurikulum, Materi Modul Pelatihan TB di Fasyankes.

“hal ini memberikan petunjuk pelatihan yang harus diberikan kepada seluruh pelayanan kesehatan tingkat pertama dalam upaya Penanggulangan TB di Indonesia,” jelasnya.

Selain itu diberikan petunjuk pelatihan mengenai strategi penemuan kasus, diagnosis Tuberculosis pada orang dewasa, diagnosis Tuberculosis anak, diagnosis Tuberculosis Resistan OAT, diagnosis Tuberculosis ekstra paru, diagnosis Tuberculosis dengan komorbid, dan definisi kasus Tuberculosis serta klasifikasi pasien Tuberculosis.

Setelah ditegakkan diagnosis dan klasifikasi kasus bagi setiap pasien Tuberculosis sensitif maupun pasien Tuberculosis Resistan Obat (RO) dilanjutkan pengobatan yang bisa dilaksanakan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama.

“dalam kurikulum ini ada komponen materi dasar materi inti dan materi penunjang dengan komponen jam pelajaran pelatihan baik FKTP,” tegasnya.

“semua pelatihan FKTP terintegrasi PIS – PK yang harus dilaksanakan,” imbuhnya.

Setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu mengelola penanggulangan Tuberkulosis di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama sesuai dengan Permenkes Penanggulangan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *