google-site-verification=ifJPc0uzRA4Y4Fdt8VWeGvttPAD7V18nkgstdtOyxms Bapelkes Mataram Gelar Pelatihan Hepatitis B 8 dan 9 di Bali - Radar NTB

Bapelkes Mataram Gelar Pelatihan Hepatitis B 8 dan 9 di Bali

  • Bagikan
Bapelkes Mataram Gelar Pelatihan Hepatitis B 8 dan 9 di Bali
Bapelkes Mataram Gelar Pelatihan Hepatitis B 8 dan 9 di Bali

MATARAM radarntb.com – Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Mataram Kementerian Kesehatan (Kemekes) Republik Indonesia (RI) gelar Pelatihan Pelayanan bagi Pengelola Hepatitis B di Provinsi Bali.

Pelatihan Hepatitis B di Bali ini di buka secara during oleh Direktur Peningkatan Mutu Tenaga Kesehatan Kemenkes RI Lupi Trilaksono, S.F, M.M, Apt. tanggal 14 November lalu.

Kemudian ditutup oleh Kepala Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Mataram Kemenkes RI Ali Wardana Hotel Puri Ayu, Denpasar, Bali, Rabu (22/11/2023).

Pelatihan Pelayanan bagi Pengelola Hepatitis B di Bali ini, dilaksanakan oleh Bapelkes Mataram secara Blended Learning atau secara langsung dan online melalui aplikasi zoom.

Kepala Bapelkes Mataram Kemenkes RI Ali Wardana dalam akun resmi Bapelkes Mataram menjelakan, pelatihan ini merupakan Pelatihan pertama di Indonesia dengan menggunakan kurikulum terbaru yang ada di SIAKPEL Direktorat Peningkatan Mutu Tenaga Kesehatan Kemenkes RI.

Ali Wardan menjelaskan, Penyakit akibat infeksi virus hepatitis B dan C merupakan masalah kesehatan besar dunia termasuk di Indonesia.

“Indonesia berkomitmen untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)/Sustainable Development Goals (SDGs) pada tahun 2030,” jelasnya.

Penanggulangan hepatitis difokuskan pada eliminasi hepatitis B tahun 20230 mendatang dan Hepatitis C pada tahun 2024 mendatang.

Untuk mencapai target eliminasi hepatitis B dan C, dilakukan upaya percepatan pencegahan dan pengendalian, antara lain dengan peningkatan cakupan imunisasi hepatitis B, pencegahan penularan hepatitis B dari ibu ke anak, serta pengobatan hepatitis C.

Upaya percepatan dilakukan dalam kerangka strategi pencegahan, penemuan dan surveilans, penanganan, serta promosi kesehatan.

Penemuan kasus membantu dalam pengumpulan data epidemiologi yang diperlukan dalam surveilans hepatitis B.

Sebaliknya surveilans hepatitis B memungkinkan identifikasi kasus baru dan kasus yang sudah ada.

“Penemuan kasus dan surveilans saling terkait dan saling mendukung dalam upaya pencegahan dan pengendalian hepatitis B,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *