Bhayangkari Lombok Utara Luncurkan Inisiatif Baru Untuk Pendidikan Anak Usia Dini

  • Bagikan
Bhayangkari Lombok Utara Luncurkan Inisiatif Baru Untuk Pendidikan Anak Usia Dini
Bhayangkari Lombok Utara Luncurkan Inisiatif Baru Untuk Pendidikan Anak Usia Dini

LOMBOK UTARA, radarntb.com – Bhayangkari Lombok Utara, organisasi pendamping Polri, meluncurkan inisiatif baru untuk mendorong pendidikan anak usia dini (PAUD) sebagai landasan menuju Indonesia Emas 2045.

Kemitraan strategis ini ditegaskan dalam kunjungan Ketua Bhayangkari Lombok Utara, Ny. Heny Agus Purwanta, ke Chili House Community, sebuah komunitas pendidikan anak yang berlokasi di Dusun Teluk Dalam, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara.

Dalam kunjungannya pada Senin, 8 September, Ny. Heny menggarisbawahi pentingnya menanamkan nilai-nilai karakter, kemandirian, dan cinta tanah air sejak dini. Ia menyebut usia PAUD sebagai “masa emas” di mana anak-anak diibaratkan sebagai “kertas putih” yang siap diisi dengan berbagai ilmu.

Lebih lanjut, Ny. Heny menyoroti isu perlindungan anak dan perlunya edukasi dini bagi anak-anak agar mereka berani bersuara saat menghadapi ancaman.

“Anak-anak dan perempuan masih sering menjadi korban. Penting sekali untuk menanamkan pemahaman bahwa tubuh mereka adalah milik mereka sendiri dan mereka harus berani ‘speak up’ kepada orang tua jika merasa dalam bahaya,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan rasa haru dan bangga melihat anak-anak Chili House yang fasih menghafal Pancasila dan menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan penuh semangat.

“Dari sinilah saya yakin akan lahir pemimpin masa depan yang mencintai bangsa dan tanah airnya,” tutur Ny. Heny.

Pendiri Chili House Community, Noor Ain Hussin, Ph.D., menjelaskan bahwa pendirian PAUD ini didorong oleh pengalaman pribadinya sebagai korban pelecehan seksual.

Ia menyadari tantangan terbesar bukanlah kasusnya, melainkan budaya patriarki yang sering membungkam korban.

“Banyak perempuan memilih diam karena stigma sosial. Oleh karena itu, di sini kami mendidik anak-anak untuk berani berbicara, mengungkapkan perasaan, dan membela diri sejak usia dini,” ungkap Noor Ain.

Saat ini, Chili House telah memberikan pendidikan gratis bagi lebih dari 270 anak di Gili Trawangan dan Teluk Dalem.

Kurikulumnya berfokus pada tiga pilar utama: pengetahuan, keterampilan hidup, dan pembentukan karakter.

Noor Ain berharap, pendekatan ini dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga mandiri, berani, dan peduli.

“Jangan tinggalkan dunia yang lebih baik untuk anak-anak, tapi tinggalkan anak-anak yang lebih baik untuk dunia,” pungkasnya.

  • Bagikan
Exit mobile version