Buka Street Food Festival, Gubernur Iqbal Tegaskan MotoGP Mandalika Milik Masyarakat NTB

  • Bagikan
Buka Street Food Festival, Gubernur Iqbal Tegaskan MotoGP Mandalika Milik Masyarakat NTB
Buka Street Food Festival, Gubernur Iqbal Tegaskan MotoGP Mandalika Milik Masyarakat NTB

MANDALIKA, radarntb.com — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Lalu Muhammad Iqbal, secara resmi membuka gelaran Mandalika Street Food Festival ke-2 di Bazar Mandalika, Jumat (9/9/2026). Dalam sambutannya, Iqbal menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dan pemerintah daerah untuk memanfaatkan momentum ajang MotoGP Mandalika.

“Mandalika sekarang adalah milik kita bersama. Kita tidak boleh lagi merasa menjadi tamu di rumah sendiri. MotoGP Mandalika telah memiliki diferensiasi unik dibanding sirkuit lain di dunia, seperti kehadiran puluhan UMKM, penampilan tari tradisional sebelum balapan, hingga keberadaan museum di dalam kawasan sirkuit,” sambut Lalu Iqbal dalam samgrand Opening Mandalika Street Food Festival ke-2 di Bazar Mandalika.

Gubernur menjelaskan, keberadaan museum di area sirkuit menampilkan benda-benda bersejarah koleksi Museum Provinsi NTB yang berusia ratusan tahun. Tahun ini, museum sirkuit mengusung tema Sekardyu (patung kuda penandu raja) yang menjadi simbol kecepatan dan penghormatan, selaras dengan DNA ajang MotoGP.

Ada momen menarik dalam kehadiran Gubernur Iqbal di acara tersebut. Mengenakan pakaian bermotif sirkuit, ia mengungkapkan bahwa baju yang dikenakannya merupakan karya warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lombok Barat.

“Hari ini saya dan istri sengaja mempromosikan baju hasil karya warga binaan Lapas Lombok Barat. Ini wujud dukungan kita bagi hasil karya lokal dan sarana promosi agar instansi lain seperti ITDC hingga Bank BRI bisa turut memanfaatkannya untuk kebutuhan seragam atau suvenir,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Gubernur menekankan bahwa fungsi utama ajang internasional seperti MotoGP adalah menciptakan momentum keberlanjutan ekonomi yang hasilnya harus dirasakan oleh masyarakat luas.

“Tugas ITDC dan penyelenggara adalah menciptakan momentumnya, sedangkan tugas Pemda dan masyarakat adalah memperpanjang dampak ekonomi tersebut. Jangan sampai dampaknya hanya terasa tiga atau empat hari saja, tetapi harus diperpanjang menjadi sebulan, tiga bulan, hingga sepanjang tahun,” tegas Iqbal.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan keramahan kawasan Mandalika agar situasi yang bersih, terang, dan nyaman dapat dirasakan secara terus-menerus oleh pengunjung.

“Sebagai masyarakat NTB yang mayoritas Muslim, memuliakan tamu adalah bagian dari iman. Mari kita tunjukkan keramahan, selalu tersenyum, dan menjaga Mandalika tetap bersih dan bercahaya, tidak hanya saat ajang berlangsung tetapi sepanjang tahun,” tutupnya.

  • Bagikan
Exit mobile version