Rekor dan Modal Gemilang Veda Ega Pratama di Moto3, Priandhi Satria: Ini Pembuktian Potensi Pembalap Indonesia

  • Bagikan
Rekor dan Modal Gemilang Veda Ega Pratama di Moto3, Priandhi Satria: Ini Pembuktian Potensi Pembalap Indonesia
Rekor dan Modal Gemilang Veda Ega Pratama di Moto3, Priandhi Satria: Ini Pembuktian Potensi Pembalap Indonesia

LOMBOK TENGAH, radarntb.com – Kehadiran pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, dari Honda Team Asia dalam ajang Moto3 Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit mencatatkan rekam jejak penting dalam sejarah balap otomotif tanah air. Sukses mengamankan posisi start ketujuh pada sesi kualifikasi Q2, Veda membuktikan kapasitasnya untuk bersaing sengit di barisan terdepan kejuaraan dunia.

Pencapaian posisi start di baris ketiga tersebut menjadi modal teknis yang sangat krusial bagi Veda untuk menembus posisi lima besar hingga memperebutkan podium di hadapan pendukungnya sendiri. Dari catatan kualifikasi, Veda mengukuhkan waktu terbaik 1 menit 37,246 detik, hanya selisih 0,385 detik dari peraih pole position Brian Uriarte (Red Bull KTM Ajo).

Pengamat otomotif yang juga mantan Direktur Utama MGPA periode 2022–2026, Priandhi Satria, menilai keberhasilan kualifikasi ini memperlihatkan kualitas kecepatan Veda yang sejajar dengan talenta muda internasional lainnya seperti David Almansa, Alvaro Carpe, hingga Maximo Quiles.

“Veda start dari posisi ketujuh, dan ini merupakan posisi yang cukup baik untuk memulai balapan. Catatan waktunya juga tidak terpaut terlalu jauh dari pembalap tercepat. Artinya, peluang untuk bersaing di barisan depan masih terbuka. Namun, yang paling penting adalah bagaimana Veda menerjemahkan hasil kualifikasi ini menjadi performa yang konsisten saat balapan,” ujar Priandhi Satria.

Ia menguraikan bahwa kunci utama dalam balapan kelas Moto3 yang sarat akan persaingan ketat terletak pada manajemen lap-lap awal serta ketenangan membaca pergerakan lawan di lintasan.

“Lap pertama akan sangat penting bagi Veda. Dia harus bisa melakukan start dengan baik, menjaga posisinya, dan kalau ada kesempatan yang aman, tentu bisa mencoba naik beberapa tingkat. Jangan sampai kehilangan terlalu banyak posisi pada awal balapan karena mengejar kembali rombongan depan bisa menjadi lebih sulit,” tambah Priandhi.

Keberhasilan Veda mempertajam catatan waktunya dari putaran kedua hingga putaran keenam saat kualifikasi menjadi bukti kemampuannya dalam beradaptasi secara cepat. Pengalaman ini mempertegas bahwa pembalap muda Indonesia memiliki ketahanan mental dan potensi besar untuk mengukir sejarah di panggung balap dunia.

  • Bagikan
Exit mobile version