LOMBOK TENGAH, radarntb.com – Kisah inspiratif datang dari Ahmad Ali Asgar, pemuda asal Labulia, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Ali Asgar, yang dulunya dikenal sebagai “pelari jalanan” yang kerap mengikuti taruhan lomba lari di jalanan, kini telah bertransformasi menjadi seorang atlet lari profesional yang dibina secara resmi.
Dalam sebuah wawancara pada Jumat (31/10/2025), Ali menceritakan masa lalunya sebagai pelari jalanan, terutama saat bulan puasa.
“Dulu saya seorang pelari jalanan, di mana setiap taruhan lomba lari di jalan saya pasti ikut. Paling jauh itu sampai ke Lombok Utara,” kenangnya.
Masa-masa itu penuh tantangan, bahkan seringkali membuatnya berurusan dengan pihak berwajib.
“Dulu saya sering sekali dikejar, baik sama warga sekitar maupun dari pihak kepolisian saat menertibkan jalan di bulan puasa, namun itulah pengalaman hidup saya,” tambahnya.
Titik balik dalam hidup Ali terjadi pada tahun 2024. Saat Lembaga Bina Masyarakat Meriri (LBM Meriri) menyelenggarakan lomba lari bertajuk “Run Ramadan” se-Lombok Tengah, Ali memutuskan untuk ikut serta.
“Saya ikut lomba kali itu. Banyak pelari jalan yang lebih cepat, namun itu adalah tantangan bagi saya,” ujar Ali.
Kemenangan dalam lomba tersebut menjadi gerbang emas baginya.
“Ketika memenangkan lomba itu, saya mulai dilirik untuk dibina menjadi atlet lari, dan Alhamdulillah sekarang sudah dibina menjadi atlet lari profesional,” ungkap Ali dengan bangga.
Ia juga menyampaikan terima kasih khusus kepada LBM Meriri yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut sebagai wadah bagi para pemuda.
Menanggapi kisah sukses Ali, Bintang, selaku Ketua LBM Meriri, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari visi lembaga.
“Kami ingin merangkul anak-anak muda, dan juga tentunya bagaimana LBM Meriri ini menjadi wadah untuk para anak muda mengembangkan potensi dan bakat yang dimiliki,” jelas Bintang.
Hal ini selaras dengan visi utama LBM Meriri, yaitu “menjadikan anak muda yang mampu mengharumkan nama baik daerah, Nusa, dan bangsa.”
Bintang juga memberikan pesan penyemangat kepada generasi muda.
“Untuk para anak muda, teruslah semangat, kembangkan potensi yang dimiliki masing-masing. Teruslah berkarya untuk kita sama-sama mengharumkan nama tanah kelahiran kita,” tutupnya.
Kisah Ahmad Ali Asgar menjadi bukti nyata bahwa bakat dan potensi yang diasah melalui wadah yang tepat dapat mengubah nasib seseorang, dari pelari jalanan menjadi atlet profesional yang siap mengharumkan nama daerah.
Pewarta: Herwan Zaelani
editor: M2
