Banner Iklan Aruna

Gedor Kepercayaan Investor Global, ITDC Sabet Sertifikasi Anti-Penyuapan ISO 37001

  • Bagikan
Gedor Kepercayaan Investor Global, ITDC Sabet Sertifikasi Anti-Penyuapan ISO 37001
Gedor Kepercayaan Investor Global, ITDC Sabet Sertifikasi Anti-Penyuapan ISO 37001

THE NUSA DUA, radarntb.com – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) kembali membuktikan diri sebagai pengelola kawasan pariwisata yang bersih dan transparan. Perusahaan pengembang kawasan The Mandalika ini resmi mengantongi sertifikasi SNI ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) pada Jumat (27/3/2026).

Pencapaian ini diraih setelah ITDC dinyatakan lulus dalam proses Audit Surveillance II yang ketat pada Januari 2026 lalu.

Sertifikasi prestisius ini diberikan oleh PT Garuda Sertifikasi Indonesia, lembaga independen yang terakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN) dan terkoneksi dengan jejaring global International Accreditation Forum (IAF). Artinya, sistem anti-suap di ITDC kini sudah diakui secara internasional.

Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, menegaskan bahwa sertifikasi ini bukan sekadar pajangan di dinding kantor, melainkan senjata utama untuk menarik investor kelas kakap.

“Sertifikasi ISO 37001 ini adalah langkah krusial dalam memperkuat kepercayaan investor dan mitra strategis. Di kawasan pariwisata berskala global, standar tata kelola yang tinggi dan transparansi adalah harga mati,” tegas Ahmad Fajar.

Sebagai “nakhoda” di balik kawasan strategis nasional seperti The Nusa Dua (Bali), The Mandalika (NTB), dan The Golo Mori (NTT), ITDC memegang tanggung jawab besar dalam menciptakan ekosistem bisnis yang sehat.

Penerapan SMAP memastikan setiap proses kerja sama, mulai dari tender hingga pengembangan lahan, dilakukan secara profesional dan bebas dari praktik ‘uang pelicin’. Hal ini sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang kini menjadi kiblat bisnis dunia.

Ke depan, ITDC berkomitmen tidak akan mengendurkan pengawasan. Ahmad Fajar memastikan kapasitas internal akan terus ditingkatkan demi menjaga reputasi perusahaan di mata publik.

“Kami akan terus memperkuat pengawasan dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan. Ini adalah upaya kami menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan pariwisata nasional,” tutupnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *