Kakanwil Kemenhaj NTB: 2.722 Jemaah Haji LOP Telah Kembali ke Tanah Air 11 Wafat

  • Bagikan
Kakanwil Kemenhaj NTB: 2.722 Jemaah Haji LOP Telah Kembali ke Tanah Air 11 Wafat
Kakanwil Kemenhaj NTB: 2.722 Jemaah Haji LOP Telah Kembali ke Tanah Air 11 Wafat

MATARAM, radarntb.com — Pemulangan jemaah haji asal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang melalui debarkasi Lombok (Lombok International Airport/LOP) berjalan dengan aman dan lancar. Hingga Kloter 7 yang tiba pada dini hari tadi, tercatat sebanyak 2.722 jemaah haji telah kembali ke tanah air.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kakanwil Kemenhaj) NTB, H. Lalu Muhamad Amin, menyampaikan bahwa seluruh proses kepulangan jemaah haji sejak kloter pertama hingga kloter tujuh berjalan sesuai dengan jadwal dan rencana.

“Kedatangan jemaah di asrama sampai dengan hari ini, 10 Juni 2026, sudah mencapai tujuh kloter. Jumlah jemaah yang tiba sekitar 2.722 orang, didampingi oleh 28 petugas, sehingga total keseluruhan yang sudah datang mencapai 2.748 orang,” ujar H. Lalu Muhamad Amin kepada Radar NTB, Rabu (10/6/2026).

Berdasarkan data laporan harian yang diterima, dari total jemaah yang sudah dipulangkan hingga Kloter 7, terdapat 1.532 jemaah yang masuk dalam kategori Risti (Risiko Tinggi).

Sementara itu, untuk statistik usia jemaah yang sudah kembali ke daerah asal, tercatat Usia Tertua: 87 tahun dan Usia Termuda: 24 tahun.

Mengenai kondisi kesehatan jemaah secara umum, Kakanwil Kemenhaj NTB menyatakan situasi relatif aman dan terkendali. Namun, terdapat dua orang jemaah yang saat ini harus dirujuk ke Rumah Sakit Provinsi untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Terkait dengan penyakit menular seperti virus atau sejenisnya, hingga saat ini pihak Kemenag belum menerima adanya laporan atau deteksi kasus tersebut dari tim kesehatan.

H. Lalu Muhamad Amin juga menyampaikan kabar duka bahwa dari awal keberangkatan hingga tanggal 10 Juni 2026, tercatat 11 orang jemaah haji asal NTB dilaporkan wafat, antaranya: 3 dari Kabupaten Bima, 3 lainya berasal dari Kabupaten Lombok Timu, 3 jemaah berasal dari Lombok Tengah dan 2 dari Kabupaten Sumbawa.

Kondisi sebelum meninggal dunia petugas mencata ada yang mengalami Systemic Inflammatory Response, ada juga yang mengalami Cardiogenic shock, Septic shock, Adult respiratory distress syn, Adult respiratory distress syn, Cardiogenic shock, Septic shock, Septic shock, Cardiogenic shock, Disease of digestive system dan Cardiogenic shoc.

Untuk barang bawaan jemaah, seluruhnya terdata dengan baik dan jumlahnya sesuai dengan total jemaah yang tiba, yakni 2.748 tas bagasi dan 2.748 tas kabin. Selain itu, tercatat ada 150 kursi roda dan 2 tongkat yang ikut dibawa kembali.

Khusus untuk Kloter 7 yang merupakan jemaah asal Kabupaten Lombok Tengah, dilaporkan mendarat dalam kondisi seat atau kursi pesawat yang penuh (komplet) tanpa ada jemaah yang tertinggal dari rombongannya.

“Kloter 7 asal Lombok Tengah tiba tadi dini hari sebanyak 393 orang. Artinya ini komplet, penuh semua seat-nya karena ada yang tanazul dan seterusnya. Alhamdulillah, sejauh ini tidak ada kendala berarti baik saat di Arab Saudi maupun setibanya di sini. Semua jemaah diterima dengan baik oleh pihak keluarga,” pungkasnya.

  • Bagikan
Exit mobile version