google-site-verification=ifJPc0uzRA4Y4Fdt8VWeGvttPAD7V18nkgstdtOyxms Kemenekraf dan ICCN Berencana Bentuk Dinas Ekraf di Daerah
Banner Iklan Aruna

Kemenekraf dan ICCN Berencana Bentuk Dinas Ekraf di Daerah

  • Bagikan
Kemenekraf dan ICCN Berencana Bentuk Dinas Ekraf di Daerah
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, saat menyampaikan rencana pembentukan Dinas Ekraf di Daerah di depan ICCN.

JAKARTA, radarntb.com – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) Republik Indonesia (RI) terus memperkuat sinergitas dengan Indonesia Creative Cities Network (ICCN) untuk mewujudkan Dinas Ekonomi Kreatif (Ekraf) di berbagai daerah.

Pertemuan yang berlangsung pada 21 Maret 2025 di Menara Merdeka Jakarta ini, bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan ICCN dalam mendukung infrastruktur ekonomi kreatif yang berkembang di Indonesia.

“Kami optimis, dengan kerja sama yang erat, berbagai tantangan dapat kita atasi. Salah satu prioritas kami adalah memastikan data ekonomi kreatif yang akurat, melalui sinergi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan asosiasi terkait,” ujar Menekraf Riefky.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa peran pemerintah pusat adalah sebagai fasilitator dalam mendukung daerah agar dapat mengembangkan ekonomi kreatif.

“Kami optimistis bahwa dengan kerja sama yang erat, tantangan yang ada dapat diatasi,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan pentingnya memiliki data yang akurat mengenai ekonomi kreatif, yang akan diperoleh dari kerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan berbagai asosiasi terkait.

“Kami juga sedang menyusun indeks ekonomi kreatif dan sertifikasi tenaga kerja berkualitas untuk meningkatkan profesionalisme dan daya saing industri ini,” tambah Menekraf Riefky.

Dalam audiensi ini, Ketua Umum ICCN, TB Fiki Satari, menyampaikan tiga fokus utama yang dihasilkan dari pertemuan tersebut. Pertama, mendorong pembentukan Dinas Ekonomi Kreatif di setiap kota dan provinsi.

Kedua, pengolahan data yang komprehensif melalui platform digital untuk memantau kontribusi ekonomi kreatif.

Ketiga, identifikasi potensi kreatif di setiap daerah dengan memanfaatkan ruang-ruang idle.

Harapannya, langkah-langkah ini dapat segera diwujudkan dalam kolaborasi yang lebih erat antara Kemenekraf dan ICCN.

Pertemuan ini juga dihadiri oleh jajaran Executive Committee ICCN dan pejabat tinggi Kemenparekraf. Kemenparekraf, di bawah kepemimpinan Menparekraf Riefky, menargetkan penciptaan 27 juta lapangan kerja, khususnya bagi generasi muda, dalam 5 tahun ke depan.

Dengan dukungan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, Menparekraf Riefky mendorong 17 subsektor ekraf untuk mewujudkan visi misi Prabowo-Gibran, khususnya Asta Cita nomor 3, yaitu peningkatan lapangan kerja berkualitas, kewirausahaan, dan pengembangan industri kreatif.

Melalui penguatan ekosistem hexahelix, Kemenparekraf yakin dapat menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional, dimulai dari daerah.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *