MATARAM, radarntb.com – Hubungan perdagangan antara Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Provinsi Jawa Timur semakin erat dengan tercapainya kesepakatan transaksi senilai lebih dari Rp 1 triliun dalam Kegiatan Misi Dagang dan Temu Bisnis yang berlangsung di Hotel Lombok Raya, Mataram, pada Rabu (9/7/2025).
Pertemuan ini memperkuat kemitraan ekonomi kedua provinsi, didorong oleh kolaborasi aktif antara Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawangsa.
Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, menyambut baik Misi Dagang ini, mengungkapkan optimisme terhadap penguatan hubungan ekonomi kedua provinsi.
Ia secara khusus menyoroti ikatan emosional dan historis yang terjalin antara NTB dan Jawa Timur, di mana banyak pemimpin NTB merupakan alumni dari perguruan tinggi di Malang atau Surabaya.
“Dulu banyak pemimpin-pemimpin di NTB ini adalah alumni Malang, kalau tidak di Malang, Surabaya,” ungkap Miq Iqbal.
Ia juga menegaskan kesiapan NTB untuk belajar dari pengalaman Jawa Timur, khususnya dalam mengelola potensi pariwisata, ketahanan pangan, dan pertambangan yang melimpah di NTB.
“Kami akan belajar banyak dari pengalaman Jawa Timur dan khususnya saya sebagai Gubernur yang masih baru, banyak hal yang bisa saya pelajari dari mbakyu (Gubernur Jatim) Insyaa Allah,” ucap Lalu Iqbal.
Senada dengan hal tersebut, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawangsa, menjelaskan bahwa misi dagang ini merupakan upaya strategis untuk memperkuat perdagangan antar wilayah, yang menjadi salah satu kekuatan utama ekonomi Jawa Timur.
“Alhamdulillah tercatat di jam 11.35 WITA transaksi kita sudah mencapai 851 miliar, mudah-mudahan ini akan tembus 1 triliun karena kita akan menutup di jam 5 nanti sore,” ungkap Khofifah, menunjukkan antusiasme terhadap target yang tercapai.
Kepala Dinas Perdagangan NTB, Jamaluddin Maladi, mengkonfirmasi data final kesepakatan transaksi yang berhasil dibukukan pada acara tersebut. Total kesepakatan transaksi mencapai Rp 1.068.809.135.000. Rinciannya meliputi:
- Jatim Jual: Rp 764.912.385.000
- Jatim Beli: Rp 153.896.750.000
- Jatim Investasi: Rp 150.000.000.000
Komoditas yang menjadi bagian dari kesepakatan jual beli dari Jawa Timur ke NTB meliputi pakan ikan, pakan udang, pakan ternak, rokok, kopi, cabai, daging ayam beku, daging ayam & bebek, produk fashion, dan bumbu dapur.
Sementara itu, komoditas yang dibeli Jawa Timur dari NTB mencakup hasil perikanan (Yellow Fin Tuna, Gurita), tembakau, jagung, kulit kambing mentah garaman, bibit bawang merah, dan sapi hidup. Untuk investasi, Jawa Timur berkomitmen menanamkan modal pada sektor peternakan unggas di NTB.
Dijelaskan, selain kesepakatan transaksi perdagangan, pertemuan ini juga menegaskan kembali persaudaraan antara Bank Jatim dan Bank NTB dalam Kelompok Usaha Bank (KUB), yang diharapkan akan memperkuat kolaborasi di masa mendatang.
“Jadi kami sekarang ini antara Bank NTB dan Bank Jatim itu bukan lagi kayak dua bank terpisah tapi kayak kakak sama adik,” jelas Jamal.
Misi dagang ini diikuti oleh sekitar 120 pelaku usaha dari kedua provinsi dan ditandai dengan penandatanganan komitmen transaksi perdagangan serta perjanjian kerja sama antar Perangkat Daerah dan BUMD, yang disaksikan langsung oleh kedua Gubernur.
“Kesepakatan ini menjadi bukti nyata komitmen NTB dan Jawa Timur dalam memperkuat ekonomi regional dan nasional,” pungkasnya.
