LOMBOK UTARA, RadarNTB.com – Jalur strategis wisata dan transportasi yang menghubungkan Kabupaten Lombok Utara (KLU) dan Lombok Barat via Pusuk sempat mengalami ketersendatan arus lalu lintas. Hal ini dipicu oleh sebuah Truk Fuso bermuatan kelapa yang mengalami mogok tepat di tengah jalur menanjak.
Insiden yang terjadi sejak Minggu dini hari (17/5/2026) tersebut langsung direspons cepat oleh jajaran Satlantas Polres Lombok Utara. Menariknya, aksi penanganan di medan ekstrem ini dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Lombok Utara yang baru, IPTU Laode Muhammad Syahrul Ramadhan.
Tanpa canggung, perwira pertama ini langsung terjun ke lapangan guna memimpin personel dan memastikan arus lalu lintas kembali normal.
“Kami menerima laporan adanya kendaraan Truk Fuso yang mengalami kendala teknis dan mogok karena kehabisan solar tepat di jalur menanjak Pusuk. Personel langsung kami tebalkan di lokasi untuk melakukan sistem buka-tutup dan proses evakuasi,” ujar IPTU Laode Muhammad Syahrul Ramadhan, ketika dikonfirmasi Radar NTB, Senin (18/5/2026)
Berdasarkan informasi yang dihimpun, truk berukuran besar tersebut dilaporkan sudah mengalami mogok sejak pukul 01.00 WITA dini hari. Akibat posisinya yang memakan sebagian besar badan jalan di area tikungan menanjak, arus kendaraan dari arah Mataram menuju Pemenang maupun sebaliknya sempat tersendat hebat.
Kondisi ini bertahan hingga sore hari lantaran proses evakuasi kendaraan bermuatan kelapa tersebut membutuhkan penanganan yang ekstra. Terlebih lagi, truk tersebut sempat ditinggal oleh pengemudinya.
“Kendaraan tersebut sempat ditinggal pergi oleh sang sopir, mungkin untuk mencari bantuan,” imbuh IPTU Laode.
Melihat situasi di lapangan yang kian padat, IPTU Laode Syahrul mengambil langkah taktis dengan langsung menghubungi pihak ekspedisi pemilik kendaraan. Ia meminta agar barang muatan di atas truk segera dipindahkan ke armada lain agar proses evakuasi berjalan lebih mudah dan cepat.
“Saya langsung hubungi pihak ekspedisi untuk memindahkan muatan truk tersebut agar mudah dievakuasi,” tegasnya.
Selain mengupayakan evakuasi badan truk, personel Satlantas Polres KLU juga sibuk mengatur skema contraflow (buka-tutup jalan) selama belasan jam guna mengurai antrean kendaraan yang mengular. Aksi sigap dan kepedulian Kasat Lantas yang baru ini pun mendapat apresiasi dari para pengendara yang melintas.
“Kami berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama dalam situasi darurat seperti ini. Jalur Pusuk adalah urat nadi transportasi KLU, jadi penanganannya harus cepat dan terukur,” jelas IPTU Laode.
Setelah melalui proses yang cukup dramatis dan melelahkan, truk Fuso tersebut akhirnya berhasil dievakuasi pada Minggu sore. Arus lalu lintas di jalur Pusuk pun kembali berjalan normal di kedua arah.
Pasca-kejadian ini, IPTU Laode Muhammad Syahrul mengimbau kepada seluruh perusahaan ekspedisi dan para sopir kendaraan bertonase besar agar selalu melakukan pengecekan kelaikan armada serta memastikan ketersediaan bahan bakar sebelum melakukan perjalanan.
“Kami minta kerja samanya untuk memastikan kondisi kendaraan benar-benar prima. Jalur Pusuk ini memiliki tanjakan tajam dan tikungan rawan, jika ada kendaraan besar mogok, dampaknya sangat luas bagi masyarakat,” pungkasnya. (RadarNTB)
