google-site-verification=ifJPc0uzRA4Y4Fdt8VWeGvttPAD7V18nkgstdtOyxms Pelatihan Surveilans Epidemiologi di NTT Diikuti Puluhan Nakes Dari 8 Kabupaten/Kota - Radar NTB

Pelatihan Surveilans Epidemiologi di NTT Diikuti Puluhan Nakes Dari 8 Kabupaten/Kota

  • Bagikan
Pelatihan Surveilans Epidemiologi di NTT Diikuti Puluhan Nakes Dari 8 Kabupaten/Kota
Pelatihan Surveilans Epidemiologi di NTT Diikuti Puluhan Nakes Dari 8 Kabupaten/Kota

KUPANG, radarntb.com – Pelatihan Surveilans Epidemiologi untuk Petugas Puskesmas Angkatan IV di Nusa Tenggara Timur (NTT) diikuti puluhan Tenaga Kesehatan (Nakes) dari 8 kabupaten/kota.

Pelatihan ini terlaksana atas kerjasama Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Mataram Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dengan Dinas Kesehatan Provinsi NTT.

Penutupan pelatihan berlangsung secara luring di UPTD Latnakes Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (18/7/2024).

Pelatihan ini diikuti oleh 30 peserta dari Puskesmas yang merupakan perwakilan dari 8 Kabupaten/Kota di Provinsi NTT.

Kepala Bapelkes Mataram Kemenkes RI Ali Wardana menjelaskan, pelatihan ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi peserta sebagai petugas surveilans di puskesmas.

“Pentingnya kompetensi surveilans epidemiologi di Puskesmas ini sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2019,” jelasnya.

“Puskesmas memiliki tugas mengumpulkan dan mempelajari data kinerja serta gambaran status kesehatan masyarakat melalui Sistem Informasi Puskesmas,” imbuhnya.

Data ini mencakup berbagai aspek seperti Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Pelayanan Gizi KIA-KB, Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, serta Surveilans dan Sentinel SKDR.

“Untuk memperoleh data yang akurat dan berkualitas, diperlukan SDM Puskesmas dengan kompetensi surveilans epidemiologi yang baik,” jelasnya.

Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi petugas Upaya Kesehatan Masyarakat di Puskesmas, yang akan berkontribusi pada penyelenggaraan program surveilans yang efektif di wilayah kerja masing-masing.

“Peserta diharapkan dapat mengaplikasikan dan berbagi pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan untuk mendukung kelancaran tugas mereka dalam menerapkan program surveilans di puskesmas,” pungkansya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *