Promosi Doktor Pascasarjana ke-13 dan 14 UIN Mataram Dari Kalangan Birokrat

  • Bagikan

MATARAM – Promosi Doktor Pascasarjana ke-13 dan 14 Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram mempromosikan dua orang Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI) Multidisipliner dari kalangan birokrat.

Dua birokrat yang dipromosikan UIN Mataram pada tahapan Promosi Doktor Pascasarjana ke-13 dan 14 ini adalah Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) NTB Ahsanul Halik dan Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram 2014 Mutawalli.

Acara Promosi Doktor Pasacasarjana ke-13 dan 14 UIN Mataram itu berlangsung di Gedung Auditorium Pascasarjana Kampus 1 UIN Mataram, Selasa (22/3/2022).

Dalam buku Sinopsis Disertasi kedua Promovendus ini tercatat data sebagai berikut Ahsanul Halik Kepala Dinas Sosial (Dinsos) NTB dipromosikan menjadi Doktor ke-20, sebagai alumnus dari Mahasiswa S3 Pendidikan Agama Islam Multidisipliner dengan judul Disertasi “Inovasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Pada Masa Pandemi Covid-19 di SMA Kota Mataram”. Sidang Terbuka dilakukan pada Pukul 09:00 s.d 12:00 WIB. Mataram, 22/3/2022.

Sementara itu Promosi Doktor Mutawalli Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram 2014 selaku promovendus Mahasiswa S3 Pendidikan Agama Islam Multidispliner dengan judul Disertasi “Pendidikan Agama Islam Dalam Perspektif Masyarakat Perkotaan: Analisis Faktor Yang mempengaruhi Keputusan Orang Tua Memilih Lembaga Pendidikan Agama di Kota Mataram” diujikan pada siang harinya pada pukul 14.00 s.d. 16.00 WIB Mataram, 22/3/2022.

Istimewanya kedua promovendus baik Ahsnaul Halik maupun Mutawalli sekalipun pejabat pemerintah daerah dengan “segudang” kesibukan sebagai birokrat namun dapat menyelesaikan studinya tepat waktu.

Jabatan yang diembannya tidak menjadi hambatan untuk berprestasi dalam dunia akademik bahkan keduanya lulus dengan nilai 95, A+, sangat memuaskan (cumlaude).

Mereka sosok public pigur yang layak dijadikan contoh karena meletakkan pendidikan (agama) sebagai prioritas utama.

Promosi Doktor sesi pertama sidang dipimpin oleh Direktur Pascasarjana Prof. Dr. TGH. Fahrurrozi, MA bersama Sekretaris Sidang: Prof. Moh. Abdun Nasir, Ph.D. Selanjutnya Prof. Dr. H. Masnun, M. Ag sebagai Promotor 1 dan Dr. H. S. Ali Jadid Al Idrus, M. Pd sebagai Promotor 2. Selaku penguji utama pertama dari eksternal yaitu Prof. Dr. H. Abdul Mujib. MAg. MSi dari UIN Syarif Hidatullah Jakarta, penguji utama dua Prof. Dr. H. Adi Fadli, M. Ag, dan penguji utama tiga Prof. Dr. H. M. Zaki, M. Pd., keduanya dari UIN Mataram.

Promovendus Ahsnaul Halik dalam pemaparan awalnya menyampaikan pandemi covid melumpuhkan sektor kehidupan, termasuk dunia pendidikan.

Hal itu, membuat banyak sekolah pada semua tingkatan diliburkan, anak didik pun harus belajar dari rumah.

Kebijakan ini menimbulkan kebingungan, khususnya di pelajaran PAI yang menuntut aspek kognitif, efektif, serta psikomotorik.

Situasi ini mendorong Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menelorkan inovasi kebijakan pembelajaran sebagai jangkar bagi sistem dan moda interaksi pembelajaran yang mengubah secara drastis praktik pembelajaran.

Termasuk di antaranya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang memiliki kekhasan tersendiri dibandingkan mata pelajaran lain.

Ahsanul Halik menyatakan bahwa, “Atas dasar itulah melihat urgensinya untuk melakukan riset soal inovasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pada Masa Pandemi COVID-19 di Kota Mataram,” ungkapnya dihadapan para penguji dan promotor.

Kemudian dari risetnya ini promovendus menemukan bahwa Pertama, inovasi pembelajaran PAI dalam situasi dan kondisi apapun akan terus memberikan kontribusi selama menerapkan model dinamis, negosiatif, akomodatif, dan kolaboratif.

Model inovasi DNAK dalam pembelajaran PAI merupakan sebuah keharusan untuk memantaskan diri serta tanggap dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat massif.

Kedua, redesain-rekonseptual implementasi pembelajaran PAI. Redesain pembelajaran PAI pada masa kebencanaan merupakan sebuah keharusan karena penerapan desain pembelajaran PAI pada kondisi normal dibawa ke dalam situasi abnormal.

Jelas pilihan praktik implementatif pembelajaran yang rentan melahirkan ketidakmampuan (maladjustment), baik dari pendidik, peserta didik, orang tua peserta didik, dan juga lembaga pendidikan.

Ketiga, redefinisi komponen pembelajaran PAI. Redefinisi dan atau perluasan makna komponen PAI menjadi sesuatu yang terlelakkan, lebih-lebih dalam situasi kebencanaan. Dengan demikian, praktik pembelajaran yang berorientasikan pada peningkatan aspek kognisi, afeksi, dan psikomotorik peserta didik dapat dilaksanakan dalam kondisi bencana sekalipun.

Dalam usahanya mempertahankan disertasi dihadapan para penguji, secara keseluruhan, jajaran Penguji menganggap bahwa promovendus sangat menguasai topik kajian yang diangkat dalam penelitian serta pemahaman terhadap fenomena yang baik.

Akhirnya Ahsanul Halik dinyatakan Lulus dan berhak menyandang gelar Doktor (Dr). dengan nilai Yudicium Sangat Memuaskan (cumlaude). Dan Ia menjadi doktor yang ke 20 pada Pascasarjana UIN Mataram.

Pada promosi berikutnya “Promovendus Mutawalli”, sidang terbuka dipimpin oleh Rektor UIN Mataram Prof. Dr, TGH. Masnun, M.Ag., dengan sekretaris sidang Direktur Pascasarjana Prof. Dr. TGH. Fahrurrozi, M.A. Kemudian Prof. Dr. Hj. Warni Djuwita, M.Pd. sebagai Promotor dan Dr. H. Muslihun, M.Ag. sebagai Co-Promotor. Selaku penguji utama pertama dari eksternal adalah Prof. Dr. H. Sunhaji, M.Ag. Direktur Pascasarjana UIN Saefuddin Zuhri Purwokerto Penguji utama kedua Dr. H. Muhammad Sa’i, MA. dan penguji utama ketiga adalah Dr. H. Maimun, M.Pd. keduanya dari UIN Mataram.

Dari penelitiannya promovendus menemukan bahwa ternyata secara bersama-sama factor Internal (X1), factor Eksternal (X2) dan factor performa (X3) berpengaruh cukup signifikan terhadap keputusan oaring tua (Y), dalam memilih sekolah agama di kota Mataram, yaitu sebesar 67%.

Sedangkan secara parsial factor performa (X3) memiliki pengaruh paling dominan, yaitu sebesar 62%.

Kemudian, jika dilihat dari pengaruh masing-masing sub variable atau sub factor, ternyata sub factor persepsi (X1.2) memeberikan pengaruh yang paling besar, dengan nilai r=51% terhadap keputusan orang tua (Y).

Selanjutnya sub factor motivasi (X1.1) sebesar 45% dan yang ketiga sub factor sarana prasarana (X3.1) sebesar 44%. Sementara jenjang sekolah yang menjadi rujukan orang tua unutuk dipilih adalah pada level SDIT/MI dengan tingkat prosentase 37,2%, kemudian MTs/SMPIT 33,5% dan terakhir MA/SMAIT 29,3%.

Setelah menjawab rentetan pertanyaan dari tim penguji, akhirnya Dr. Ir. H. Mutawalli, MM. dinyatakan lulus dengan sangat memuaskan (cumlaude) dan berhak memakai gelar Doktor (Dr) dan menjadi doktor yang ke 21 pada Pascasarjana UIN Matarm.

Dalam penutupan sidang terbuka Ketua Sidang Rektor UIN Mataram memberikan apresiasi secara khusus karena diakhir bulan promvendus akan selesai/purna tugas sebagai ASN justru secara beringan mampu menyelesaikan studi doktoralnya.

“Inilah yang disebut husnul khatimah dalam pengabdian dan husnul khatimah dalam akademik, sangat menginspirasi dan menjadi motivasi bagi kita”, kesan Prof. Masnun.

Turut hadir dalam sidang terbuka Dr. Ir. H. Mutawalli, MM. Pihak keluarga (istri anak dan orangtua), Sekda serta jajaran pemerintah kota Mataram dan para tamu dan undangan.

Rangkaian kegiatan pun diakhiri dengan sesi foto bersama serta ucapan syukur dan terimakasih dari promovendus bagi seluruh pihak terkait. Seluruh Civitas Akademika Pascasarjana Universitas Islam Negeri Mataram mengucapkan selamat atas gelar yang diraih. Semoga bermanfaat bagi kemaslahatan umat.(HMS/UIN*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.