Banner Iklan Aruna

Safari Ramadhan di Pejanggik: Wabup Nursiah Beberkan Strategi ‘MASMIRAH’ dan Perang Lawan Rentenir

  • Bagikan
Safari Ramadhan di Pejanggik: Wabup Nursiah Beberkan Strategi 'MASMIRAH' dan Perang Lawan Rentenir
Safari Ramadhan di Pejanggik: Wabup Nursiah Beberkan Strategi 'MASMIRAH' dan Perang Lawan Rentenir

PRAYA TENGAH, radarntb.com – Masjid Pejanggik menjadi saksi hangatnya silaturahmi jajaran Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dalam gelaran Safari Ramadhan 1447 Hijriah, Rabu (25/2/2026). Di hadapan jamaah, Wakil Bupati Lombok Tengah, H. M. Nursiah, S.Sos., M.Si., memaparkan peta jalan masa depan Gumi Tatas Tuhu Trasna melalui visi besar “MASMIRAH”.

Visi yang merupakan akronim dari Mandiri, Berdaya Saing, Sejahtera, dan Harmonis ini diproyeksikan menjadi kompas pembangunan Lombok Tengah periode 2025-2029.

Satu poin krusial yang ditegaskan pada agenda Safari Ramadhan 1447 Hijriah Wabup Nursiah di Pejanggik adalah penguatan ekonomi akar rumput. Pemkab kini tengah memacu Program Koperasi Merah Putih, sebuah inisiatif yang dirancang khusus untuk membebaskan petani dan pelaku UMKM dari jeratan rentenir.

“Program ini hadir untuk memutus mata rantai ketergantungan modal pada rentenir. Kita ingin akses modal bagi masyarakat itu mudah dan adil,” ujar Nursiah. Tak hanya soal modal, koperasi ini juga disiapkan sebagai jembatan agar produk lokal UMKM bisa ‘naik kelas’ dan menembus pasar hotel-hotel mewah di kawasan wisata Lombok Tengah.

Dalam kesempatan tersebut, Nursiah juga memaparkan rapor hijau kinerja pemerintah. Angka kemiskinan di Lombok Tengah tercatat terjun bebas dari 12,07% (2024) menjadi 10,68% (2025).

Prestasi serupa juga terlihat di sektor kesehatan, di mana angka prevalensi stunting berhasil ditekan hingga ke angka 9,33%. Keberhasilan ini dibarengi dengan pembangunan infrastruktur kesehatan yang masif, salah satunya pembangunan Puskesmas Pengadang yang menelan anggaran Rp7,5 miliar.

Menatap tahun 2026, Wabup Nursiah membocorkan sejumlah rencana pembangunan fisik yang menyentuh langsung urat nadi ekonomi desa, antara lain:

  • Peningkatan Jalan Poros Desa: Fokus di wilayah Kelebuh, Lajut, dan Lelong.

  • Sektor Pertanian: Pembangunan gudang dan oven tembakau untuk mendongkrak produktivitas petani lokal.

  • Pendidikan: Rehabilitasi ruang kelas melalui gerakan Sekolah Rakyat yang diselaraskan dengan visi nasional Asta Cita.

Menutup arahannya, Wabup mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan semangat Tatas Tuhu Trasna. Menurutnya, kondusivitas wilayah adalah pondasi utama agar seluruh program kesejahteraan ini bisa berjalan maksimal.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *