Sirkuit Mandalika Bersiap Sambut MotoGP 2025 dengan Perawatan Intensif dan Tenaga Lokal

  • Bagikan
Sirkuit Mandalika Bersiap Sambut MotoGP 2025 dengan Perawatan Intensif dan Tenaga Lokal
Sirkuit Mandalika Bersiap Sambut MotoGP 2025 dengan Perawatan Intensif dan Tenaga Lokal

MANDALIKA, radarntb.com – Sirkuit Mandalika tengah disibukkan dengan persiapan menjelang ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP 2025 yang akan digelar pada 3–5 Oktober mendatang.

Perawatan intensif difokuskan pada lintasan balap, terutama pada pengecatan ulang garis tepi dan elemen keselamatan lainnya, untuk memastikan lintasan memenuhi standar kualitas dan keamanan internasional.

Salah satu pekerjaan utama yang sedang dilakukan adalah pengecatan ulang lintasan, termasuk kerb, batas jalur, dan rambu-rambu.

Berbeda dari tahun sebelumnya, pekerjaan ini sepenuhnya dikerjakan oleh 100% tenaga kerja lokal, khususnya para marshal dan tim teknis asal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang sudah terlatih sejak 2022.

Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria, mengungkapkan kebanggaannya atas kemandirian ini.

“Sejak 2024, pengecatan sirkuit tidak lagi menggunakan jasa asing. Semua dikerjakan oleh marshal lokal NTB,” jelasnya.

Pengecatan dilakukan di berbagai sektor lintasan, dengan total panjang lintasan yang dicat mencapai 4,3 kilometer di sisi kanan dan lebih panjang di sisi kiri.

Untuk memastikan kualitasnya, cat yang digunakan adalah produk khusus yang diimpor dari Italia dan sudah disetujui oleh federasi balap internasional seperti FIA (untuk homologasi roda empat) dan FIM (untuk homologasi roda dua).

Cat ini mengandung butiran kaca halus yang membuatnya tidak licin, sangat penting untuk menjaga grip ban dan keselamatan pembalap.

Selain pengecatan, beberapa tahapan perawatan lainnya juga dilakukan secara berlapis, antaranya:

  • Scraping: Proses pengupasan cat lama dari permukaan lintasan dilakukan untuk mencegah permukaan menjadi licin akibat cat yang mengelupas.
  • Gravel Racking: Perapian kerikil di area run-off (jalur pengaman) yang berfungsi untuk mengurangi kecepatan motor saat pembalap keluar lintasan.
  • Pembersihan Lintasan: Menggunakan alat khusus berstandar FIM, roadsweeper, untuk menyapu aspal dari debu dan kotoran terkecil yang bisa memengaruhi stabilitas motor.

Priandhi Satria menekankan bahwa perawatan lintasan adalah prioritas utama menjelang Sirkuit Mandalika menggelar MotoGP.

“Lintasan adalah panggung utama bagi para pembalap, dan persiapannya harus dilakukan dengan sangat hati-hati,” ujarnya.

Pembalap nasional sekaligus duta motorsport Indonesia, Rifat Sungkar, memberikan apresiasi tinggi terhadap persiapan ini.

Menurutnya, keberhasilan tenaga kerja lokal mengambil alih pekerjaan teknis berstandar internasional adalah bukti nyata kemajuan dan peningkatan sumber daya manusia di Indonesia.

“Hal yang paling mengesankan adalah sekarang sudah 100% dilakukan oleh anak-anak Indonesia. Transfer ilmu selama beberapa tahun ini sangat bermanfaat,” kata Rifat.

Ia juga menambahkan bahwa persiapan yang matang ini akan membawa dampak besar pada citra Indonesia di mata dunia, karena MotoGP bukan hanya soal balapan, melainkan juga ajang promosi bangsa.

  • Bagikan
Exit mobile version