Banner Iklan Aruna

Sirkuit Mandalika “Sakti” Hadapi Cuaca Ekstrem, Drainase Optimal Jadi Kunci Lintasan Tetap Safety

  • Bagikan
Sirkuit Mandalika "Sakti" Hadapi Cuaca Ekstrem, Drainase Optimal Jadi Kunci Lintasan Tetap Safety
Sirkuit Mandalika "Sakti" Hadapi Cuaca Ekstrem, Drainase Optimal Jadi Kunci Lintasan Tetap Safety

LOMBOK TENGAH, RadarNTB.com – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang yang mengguyur wilayah Lombok Tengah sejak Senin hingga Selasa (24/2/2026) tidak menyurutkan denyut nadi di Pertamina Mandalika International Circuit. Meski beberapa titik di Desa Kuta sempat tergenang, lintasan kebanggaan Indonesia ini membuktikan kualitas kelas dunianya.

Sistem drainase sirkuit yang dirancang dengan standar internasional berfungsi optimal. Alhasil, tidak ada genangan air (standing water) yang menghambat di jalur utama lintasan, meski intensitas hujan mencapai puncaknya pada Selasa pagi sekitar pukul 10.00 WITA.

Badai yang berlangsung selama hampir satu jam tersebut memang sempat membatasi jarak pandang dan mengakibatkan beberapa kerusakan minor. Tercatat, penutup LED gantry serta sejumlah material promosi di Tikungan 1 dan 17 terdampak angin kencang.

Namun, tim operasional MGPA tidak tinggal diam. Begitu hujan mereda pada pukul 10.40 WITA, pasukan Track Maintenance langsung “tancap gas” melakukan pembersihan menyeluruh.

“Kami memastikan seluruh sistem pendukung sirkuit, termasuk drainase dan kesiapan tim operasional, berada dalam kondisi optimal. Keselamatan dan kelancaran aktivitas di kawasan sirkuit tetap menjadi prioritas utama,” tegas Priandhi Satria, Direktur Utama PT Mandalika Grand Prix Association (MGPA).

Efisiensi penanganan menjadi sorotan dalam kejadian ini. Setelah dilakukan pembersihan menggunakan high pressure washer dan blower, tim hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk melakukan inspeksi ulang menggunakan safety car.

Tepat pada pukul 12.00 WITA, lintasan dinyatakan clear dan aman. Menariknya, tak lama setelah badai berlalu, sirkuit langsung digeber kembali untuk program Agya Arrive and Drive serta private track day roda dua. Hal ini membuktikan bahwa operasional sirkuit tetap tangguh meski dihantam cuaca ekstrem.

Berdasarkan data BMKG, potensi hujan lebat masih akan menghantui wilayah NTB hingga akhir Februari 2026 akibat pengaruh Monsun Asia dan aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO). BPBD Lombok Tengah pun terus mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi banjir dan pohon tumbang.

Priandhi Satria menambahkan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan cuaca secara real-time dari BMKG dan BPBD.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada. Sebagai pengelola, kami pastikan seluruh aktivitas di Pertamina Mandalika International Circuit berjalan aman dan sesuai standar operasional yang ketat,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *