STOP Judi Online dan Bullying: Polres Lobar Sasar Siswa SMKN 1 Sekotong

  • Bagikan
STOP Judi Online dan Bullying: Polres Lobar Sasar Siswa SMKN 1 Sekotong
STOP Judi Online dan Bullying: Polres Lobar Sasar Siswa SMKN 1 Sekotong

LOMBOK BARAT, radarntb.com – Kepolisian Resor (Polres) Lombok Barat (Lobar) mengambil langkah cepat mengatasi maraknya isu judi online dan kenakalan remaja. Melalui program sosialisasi “Problematika Masa Remaja dan Solusinya,” kepolisian kini menyasar langsung sekolah-sekolah di Lobar.

Pada Rabu, 2 Oktober 2025, giliran SMKN 1 Sekotong menjadi lokasi sosialisasi, dipimpin oleh Kasat Binmas Polres Lobar, Iptu Muh. Mahrup, bersama tim.

Kehadiran polisi bertujuan membekali siswa agar memiliki benteng diri dari pergaulan bebas, narkoba, dan segala bentuk perilaku melanggar hukum.

Iptu Muh. Mahrup secara khusus menyoroti dua ancaman terbesar yang merusak masa depan generasi muda saat ini: perundungan (bullying) dan judi online.

“Untuk memberikan pemahaman kepada anak didik untuk lebih memahami masalah kenakalan remaja, yaitu membully, judi online yang merusak daripada generasi muda,” tegas Iptu Mahrup.

Ia menekankan bahwa pencegahan ini adalah upaya melindungi siswa dari kerugian yang bisa menimpa diri sendiri maupun orang lain.

Kepala SMKN 1 Sekotong, Parhi, S.T., M.Pd., menyambut baik program ini dan berharap sosialisasi dari kepolisian tidak berhenti.

“Saya selaku kepala sekolah sangat apresiasi terhadap program dari kepolisian, apalagi judi online ini. Semoga ini terus dilakukan,” ujar Parhi.

Ditempat terpisah, salah satu guru, Pak Andre, menambahkan bahwa di tengah dunia digital, peran pengawasan harus diperkuat.

“Ini suatu hal yang positif di mana dunia digital ini kita harus lebih aktif mengawasi anak didik kita, apalagi sering kita lihat bully maupun judi online di sekitar kita,” katanya.

Program ini tidak hanya berfokus pada sekolah negeri tetapi juga merangkul sekolah swasta, menegaskan bahwa menjaga generasi muda dari bahaya hukum adalah kewajiban bersama seluruh pemangku kepentingan, dari guru, orang tua, hingga masyarakat.

  • Bagikan
Exit mobile version