MATARAM, RadarNTB.com – Sinyal positif terus terpancar dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Direktur Operasional ITDC, Troy Reza Waroka, mengungkapkan bahwa hingga akhir tahun 2025, nilai investasi secara kumulatif di kawasan kebanggaan Nusa Tenggara Barat (NTB) ini telah menembus angka fantastis, yakni lebih dari Rp6 Triliun.
Pertumbuhan investasi yang agresif ini berjalan beriringan dengan serapan tenaga kerja lokal yang luar biasa, di mana saat ini telah mencapai 26.002 orang. Fenomena ini mempertegas posisi Mandalika bukan sekadar sirkuit balap, melainkan ekosistem ekonomi baru yang kian mandiri dan kokoh.
Guna mengakselerasi pengelolaan sirkuit dan event internasional ke depan, ITDC melakukan langkah strategis dengan memperkuat jajaran manajemen di Mandalika Grand Prix Association (MGPA). Nama pembalap legendaris Indonesia, Ananda Mikola, resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama MGPA yang baru.
Ananda Mikola akan didampingi oleh dua direksi yang mumpuni, yakni Doni selaku Direktur Operasional dan Opi Endoko sebagai Direktur Komersial.
“Mas Ananda dengan segala pengalamannya sebagai pembalap yang membawa nama Indonesia di kancah dunia, dan terakhir menangani Sirkuit Sentul, memiliki experience yang kuat,” kata Troy Reza Waroka dalam keterangannya.
Troy menambahkan, meskipun pengelolaan Sirkuit Sentul dan Sirkuit Mandalika memiliki perbedaan besar, kolaborasi antara MGPA, ITDC, Ikatan Motor Indonesia (IMI), dan para stakeholder diyakini mampu membawa sirkuit ini menjadi yang terbaik di Indonesia.
Selain itu, lini komunikasi korporat juga diperkuat dengan hadirnya mantan jurnalis senior, Gita Nila Maharkesri, sebagai Asisten VP Corcomm ITDC. Di jajaran komisaris MGPA, terdapat nama Marel Suryokusumo, tokoh muda NTB Asa Bola, dan Quinta Komara.
Mandalika kini tengah bersiap meninggalkan era fasilitas temporer. Troy membeberkan rencana besar untuk membangun infrastruktur permanen penunjang sirkuit, antaranya:
-
Garasi Permanen Premium: Tidak akan ada lagi penggunaan tenda riders konvensional. ITDC bersama MGPA tengah mendesain bangunan garasi permanen khusus untuk mobil-mobil premium dan ajang balap besar.
-
Luxury Villa di Dalam Sirkuit: Untuk memberikan pembeda (unique selling point) dibanding sirkuit lain di dunia, beberapa unit vila mewah akan didirikan langsung di kawasan sirkuit.
Saat ini, tercatat ada sekitar 27 hingga 29 pelaku usaha yang aktif bergerak di KEK Mandalika. Sektornya pun kian beragam, mulai dari mixed-use development, utilitas, perhotelan (hospitality), ekosistem motorsport, hingga layanan khusus seperti sport massage yang sangat diminati oleh para atlet dan peselancar asing.
Dampaknya langsung terasa pada sektor pariwisata. Sepanjang Januari hingga April, angka kunjungan wisatawan ke Mandalika menyentuh 285.003 pengunjung. Menariknya, durasi tinggal (length of stay) para pelancong kini jauh lebih panjang.
“Wisatawan betah tinggal lebih lama karena fasilitas penunjang di Mandalika semakin lengkap. Ada sirkuit, keindahan pantai, dan akomodasi yang memadai,” jelas Troy.
Keberhasilan Mandalika menarik minat investor domestik maupun internasional (seperti dari Jepang, Spanyol, Amerika, Maroko, dan Singapura) tidak lepas dari dukungan penuh pemerintah daerah. Troy secara khusus memberikan apresiasi tinggi kepada Gubernur NTB yang dinilai sangat agresif dan suportif.
Sebagai mantan diplomat, Gubernur NTB dinilai piawai dalam mengampanyekan potensi wisata daerah ke kancah global, mempermudah regulasi investasi, serta mendorong terwujudnya konektivitas udara baru seperti rute langsung dari Australia menuju NTB dalam waktu dekat. (Red)
